Di era digital yang penuh persaingan ini, pemasar terus mencari cara kreatif untuk menarik perhatian konsumen. Salah satu tren kontroversial yang muncul adalah strategi “ugly ads” atau iklan jelek.
Namun, seberapa efektifkan pendekatan ini sebenarnya? Mari simak pembahasan berikut!
Apa itu Ugly Ads Marketing?
Ugly ads marketing atau pemasaran iklan jelek atau iklan nyeleneh adalah strategi pemasaran yang sengaja menggunakan desain iklan yang tampak berantakan atau “jelek” untuk menarik perhatian. Strategi ini bertujuan agar iklan lebih menonjol di antara iklan-iklan profesional yang lebih polished dengan harapan dapat meningkatkan visibilitas dan engagement.
Dilansir melalui hashtagpaid.com, ibarat bawang, iklan jelek mempunyai banyak lapisan untuk membuat iklan itu menjadi jelek, seperti kamera yang goyah sehingga menghasilkan gambar berkualitas rendah, pencahayaan alami langsung dari matahari, audio kualitas rendah, dan lain sebagainya. Iklan jelek ini bukanlah termasuk iklan yang buruk dan bukan pula berarti Anda tidak perlu takut untuk mengesampingkan branding, namun agar iklan yang Anda buat tersebut terasa relevan.
Lalu, apakah ugly ads marketing bisa merusak nama brand? Singkatnya, jika Anda bisa melakukannya dengan hati-hati, strategi ini justru menjadi daya tambah untuk menarik audiens menjadi lebih besar. Cobalah untuk menargetkan audiens secara lebih tepat yang mungkin mengapresiasi humor atau ironi. Anda juga perlu menyiapkan strategi lain jika marketing Anda tidak diterima dengan baik.
Perlu digarisbawahi bahwa ugly ads marketing adalah cara yang paling berisiko dalam memasarkan suatu produk. Jika Anda menggunakannya dengan tepat, hal itu bisa menjadi sangat efektif dalam menarik perhatian audiens. Namun, jika Anda salah melakukan penerapannya, hal ini bisa menjadi dampak negatif bagi brand Anda sendiri.
Tujuan Ugly Ads Marketing
Dalam pemasaran digital yang semakin padat, strategi ugly ads marketing ini muncul sebagai pendekatan yang menentang norma. Taktik ini sengaja digunakan untuk mencuri perhatian di tengah lautan iklan yang terlihat sempurna. Namun, ada beberapa tujuan ugly ads marketing yang meliputi beberapa aspek:
1. Menarik Perhatian
Ugly ads marketing berusaha untuk menonjol di tengah keramaian iklan konvensional yang terlihat sempurna. Strategi ini juga memecah pola visual iklan sempurna yang sudah umum dilihat konsumen.
2. Mengurangi Biaya Produksi
Melalui strategi iklan nyeleneh ini, Anda hanya perlu menjadikan desain Anda menjadi lebih sederhana atau “jelek”, seperti hasil kualitas iklan yang jelek hanya perlu menggunakan properti yang seadanya, sehingga bisa lebih murah untuk diproduksi.
Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa pembuatan desain ini pun tetap harus mengutamakan estetika dan kejelasan informasi yang disampaikan, ya!
3. Membangun Brand Awareness
Strategi ugly ads ini membuat brand lebih mudah diingat karena keunikan iklan yang dibuat. Hal ini dapat meningkatkan visibilitas di pasar yang pastinya sudah jenuh melihat iklan sempurna.
Walaupun tujuannya seperti meyakinkan, pertanyaan selanjutnya adalah apakah strategi ini benar-benar meningkatkan penjualan? Jawabannya adalah tidak menentu. Ini karena ugly ads sangatlah tergantung pada kesesuaian dengan target audiens Anda dan eksekusi yang cerdas. Untuk beberapa brand yang lebih mementingkan konten yang unik, mungkin strategi ini bisa menjadi hal yang perlu Anda pertimbangkan untuk meningkatkan penjualan Anda.
Contoh Ugly Ads Marketing
Di Indonesia sendiri, konsep ugly ads marketing belumlah sepopuler negara-negara Barat. Namun, beberapa brand telah mengadopsi pendekatan ini dengan cara yang unik. Berikut beberapa contoh ugly ads marketing yang telah diterapkan oleh beberapa brand di Indonesia:
1. Cendikiawan Gojek
Gojek menggunakan meme dan konten yang terlihat amatir di media sosial mereka. Meskipun tidak sepenuhnya “jelek”, pendekatan ini mengandalkan humor sederhana dan desain yang tidak terlalu polished untuk menarik perhatian.
2. “Om Jin” Djarum 76
Meskipun produksinya tidak murahan, konsep iklan ini menggunakan humor yang terkadang dianggap “norak” atau berlebihan. Namun, justru iklan ini menjadi sangat memorable di kepala audiens.
3. Ulat Hijau Teh Pucuk Harum
Kampanye ugly ads marketing selanjutnya dilakukan oleh teh pucuk harum dengan menggunakan meme ulat. Kontennya terlihat sederhana di media sosial dengan mengandalkan humor ringan yang kadang dianggap “receh”, namun justru iklan teh pucuk harum ini sangatlah melekat di kepala.
Itulah beberapa contoh implementasi ugly ads marketing oleh brand-brand di Indonesia. Implementasi ini dilakukan cenderung lebih sopan dibandingkan dengan contoh-contoh implementasi ugly ads marketing brand global. Pendekatan ugly ads di Indonesia ini lebih fokus pada humor sederhana atau desain yang sengaja dibuat tidak terlalu polished daripada iklan yang benar-benar “jelek”. Hal ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan budaya dan preferensi konsumen lokal.
Tips Menerapkan Ugly Ads Marketing agar Sukses dan Tidak Merusak Brand
Penerapan ugly ads marketing ini membutuhkan kehati-hatian agar tidak menjadi kontraproduktif. Berikut adalah tips untuk menerapkan ugly ads marketing secara efektif tanpa merusak integritas brand Anda.
1. Pahami Audiens Anda
Sebelum meluncurkan kampanye ugly ads, lakukanlah riset mendalam tentang preferensi dan selera humor target market Anda. Strategi ini mungkin sangat efektif untuk generasi muda yang menghargai konten otentik, namun bisa menjadi kurang tepat untuk audiens yang lebih konservatif.
2. Jaga Konsistensi Nama Brand
Meskipun desainnya “jelek”, pesan utama harus tetap sejalan dengan positioning dan nilai-nilai brand Anda. Ini membantu memastikan bahwa kampanye tetap memperkuat identitas brand, bukan merusaknya.
3. Tetapkan Batasan
Tentukanlah sejauh mana Anda akan membawa konsep “jelek” ini. Pastikanlah desain tetap menarik tanpa memperlihatkan bahwa Anda benar-benar tidak profesional atau merusak persepsi kualitas produk Anda.
4. Uji Coba dalam Skala Kecil
Sebelum meluncurkan kampanye secara besar-besaran, lakukanlah uji coba terbatas untuk mengukur responsnya. Ini memungkinkan Anda untuk menyesuaikan strategi berdasarkan feedback awal.
5. Siapkan Narasi yang Kuat
Jelaskan alasan di balik pendekatan unik ini kepada tim internal dan eksternal. Transparansi tentang strategi kreatif Anda ini bisa membantu membangun apresiasi dan pemahaman dalam tim Anda.
6. Siapkan Strategi Exit
Jika kampanye yang Anda lakukan tidak diterima dengan baik, Anda perlu memiliki rencana untuk beralih kembali ke pendekatan konvensional supaya citra brand Anda rusak tidak terlalu jauh.
Dengan menerapkan tips-tips ini, brand Anda dapat memanfaatkan kekuatan ugly ads marketing untuk menciptakan dampak yang memorable, meningkatkan engagement, dan potensial mendorong penjualan sembari tetap menjaga integritas dan nilai brand.
Ingatlah selalu bahwa dalam dunia pemasaran yang penuh persaingan, keberanian untuk tampil beda bisa menjadi kunci kesuksesan Anda asalkan dilakukan dengan cara yang cerdas, tepat, dan penuh perhitungan.