Pernahkah Anda mendengar istilah “bakar duit” dalam dunia bisnis? Sederhananya, istilah “bakar duit” merujuk pada aktivitas menjual produk/layanan dengan harga rendah daripada harga pasar.
Secara ekonomis, aktivitas tersebut lebih dikenal dengan istilah penetration pricing. Dalam beberapa kasus, strategi penetapan harga ini cukup efektif untuk meningkatkan penjualan. Khususnya bagi perusahaan menengah hingga besar dengan modal yang besar pula.
Namun, tentu Anda perlu menyiasati strategi penetration pricing ini agar bisa memaksimalkan keuntungan bisnis. Lantas, bagaimana cara penerapan penetration pricing? Mari simak informasi lebih lengkapnya artikel di bawah ini!
Apa Itu Penetration Pricing?
Penetration pricing adalah strategi harga yang menetapkan harga sangat rendah dibandingkan harga pasaran. Tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan produk/layanan bisnis dan membuat calon pelanggan tertarik dengan yang bisnis tawarkan.
Namun, penetration pricing ini tentunya tidak bisa bertahan lama, ya! Strategi penetapan harga ini efektifnya hanya diterapkan dalam jangka waktu tertentu seperti 3 minggu hingga beberapa bulan.
Anda perlu meningkatkan harga secara bertahap seiring berjalannya operasional bisnis. Akan tetapi, Anda tentunya harus memperhatikan terlebih dahulu apakah sudah memiliki dasar atau pelanggan yang kuat dan banyak.
Peningkatan harga ini juga tidak boleh dilakukan secara signifikan, ya. Jika Anda langsung menaikkan harga tinggi, tentunya pelanggan akan mencari alternatif lain yang lebih murah dengan kualitas yang sama.
Jika demikian, apa bedanya penetration pricing dengan skimming pricing? Skimming pricing adalah penetapan harga jual lebih tinggi dengan margin yang tinggi pula. Strategi penetapan harga ini umumnya dilakukan untuk barang yang berjenis mewah atau inovatif. Dengan kata lain, Anda menyesuaikan harga pasaran dengan menawarkan kualitas lebih baik dibandingkan kompetitor lainnya.
Contoh Penetration Pricing
Penetration pricing paling tepat diimplementasikan pada perusahaan berbasis layanan. Terlebih jika layanan yang bisnis Anda tawarkan masih sedikit kompetitornya.
Salah satu contoh strategi penetapan harga (penetration pricing) yang ada di masyarakat adalah aplikasi layanan streaming musik, yaitu Spotify. Pada dasarnya, pengguna tetap bisa mengakses layanan Spotify gratis. Akan tetapi, pengguna akan terganggu oleh iklan dan beberapa fitur yang hanya bisa diakses oleh pengguna premium.
Berikut adalah daftar perubahan paket Spotify Premium.
- Paket Mini (1 akun): Rp2.500 per-hari (tetap)
- Paket Individual (1 akun): Rp54.990 per-bulan (sebelumnya Rp49.900 per-bulan)
- Paket Duo (2 akun): Rp71.490 per-bulan (sebelumnya Rp64.990 per-bulan)
- Paket Family (6 akun): Rp86.900 per bulan (sebelumnya Rp79.000 per-bulan)
- Paket Pelajar (1 akun): Rp27.500 per bulan (sebelumnya Rp24.990 per-bulan)
Walaupun ada perubahan harga tersebut, Spotify tetap berupaya memberi kesempatan pada pengguna baru untuk mencoba layanan premium gratis selama 1 bulan (30 hari). Jika Anda tertarik dan nyaman menggunakan layanan tersebut, Anda bisa lanjut berlangganan dengan kartu debit/kredit atau e-wallet yang sudah terhubung otomatis.
Tidak hanya layanan streaming, bidang bisnis lain pun tetap bisa mengimplementasikan strategi penetapan harga. Misalnya, Anda bergerak di bidang industri makanan dan minuman. Anda dapat memasang harga penetrasi dimulai dari promo Buy 1 Get 1 atau diskon besar-besaran.
Kelebihan Penetration Pricing
Strategi penetapan harga jual tentunya tawarkan sejumlah kelebihan bagi para pebisnis. Berikut adalah beberapa kelebihan penetration pricing:
1. Membangun Kepercayaan Pelanggan
Sebagai sebuah bisnis yang baru digagas, tentu Anda harus menarik perhatian dan kepercayaan pelanggan terlebih dahulu. Caranya bisa dimulai dengan persaingan harga melalui penetapan harga jual lebih rendah dari kompetitor lainnya.
Selain harga rendah, Anda juga harus memberikan sesuatu yang baru, unik, dan tentunya berkualitas. Dengan demikian, Anda bisa menumbuhkan stereotip atau pandangan “harga murah, kualitas tinggi” di mata pelanggan.
2. Self-Branding
Penjualan akan meningkat ketika pelanggan sudah familiar dan kenal dengan brand bisnis Anda. Bagaimana caranya? Tentunya dengan menawarkan produk terjangkau dengan kualitas yang hampir sama atau bahkan melebihi kompetitor lainnya.
Hal ini berkaitan dengan kepercayaan yang sudah terbangun sehingga brand Anda besar peluangnya untuk dipromosikan ke rekan lainnya. Terlebih lagi jika Anda juga memperhatikan layanan baik secara offline maupun online.
3. Meningkatkan Jumlah Penjualan
Kelebihan penetration pricing yang paling diharapkan tentunya adalah terjadinya peningkatan jumlah penjualan. Penetapan harga jual yang rendah memungkinkan terjadinya penjualan yang melebihi target. Terutama apabila produk bisnis Anda merupakan komoditas yang dibutuhkan oleh masyarakat umum.
Kekurangan Penetration Pricing
Di balik kelebihannya, ternyata strategi penetration pricing juga memiliki sejumlah kekurangan, antara lain:
1. Margin Keuntungan Bersih Cenderung Rendah
Penjualan yang tinggi dengan harga jual rendah tidak serta merta menghasilkan keuntungan yang tinggi. Harga jual rendah pastinya diimbangi dengan pengeluaran biaya lebih tinggi untuk menutupi pengeluaran lainnya.
Strategi penetapan harga jual ini kurang direkomendasikan bagi Anda yang tidak memiliki modal besar atau tidak memiliki cadangan uang yang cukup. Pasalnya, Anda berisiko mengalami kerugian akibat harga rendah yang tidak bisa menutupi biaya produksi.
2. Risiko Anggapan bahwa Kualitas Produk/Layanan Kurang Baik/Rendah
Adanya persepsi bahwa harga murah menandakan kualitas produk rendah tidak bisa dilepaskan dari masyarakat. Ditambah lagi jika brand bisnis Anda belum dikenal luas oleh masyarakat.
Untuk menanganinya, Anda perlu mengeluarkan biaya lebih tinggi lagi untuk mengedukasikan bahwa produk/layanan Anda tetap berkualitas walaupun harga murah. Jika sudah demikian, biaya yang dikeluarkan pun akan lebih tinggi lag.
3. Perang Harga hingga Kesulitan Menaikkan Harga Jual
Ketika Anda bergerak di bidang industri dengan kompetitor serupa banyak, kemungkinan akan sulit untuk menaikkan harga jual. Terutama jika makin banyak pesaing yang menetapkan harga lebih rendah dari brand Anda sehingga merusak harga pasar.
Apabila hal ini terjadi, Anda akan sulit untuk menaikkan harga dan justru berujung untuk terus menetapkan harga rendah hingga promo besar-besaran.
Strategi Penetapan Harga dengan Penetration Pricing agar Tetap Untung
Lalu, apakah bisa mengurangi dampak buruk strategi penetration pricing agar tetap untung? Tentunya ada, dong! Berikut ada beberapa strategi penetapan harga agar tetap untung yang bisa bisnis Anda implementasikan:
1. Lakukan Analisis Pasar secara Mendalam
Strategi yang utama dan penting untuk diperhatikan adalah apakah Anda sudah melakukan analisis pasar dengan benar. Analisis pasar di sini berkaitan dengan penghimpunan informasi seputar harga pasar, kelebihan dan kekurangan kompetitor, kebutuhan pasar, tren pasar, dan lainnya.
Manfaatkan informasi yang didapatkan agar Anda bisa menentukan harga jual terbaik di antara kompetitor lainnya. Jadi, Anda bisa saja tidak harus menjual harga sangat rendah jika diperlukan.
2. Perhatikan Kualitas Produk/Layanan yang Ditawarkan
Selain informasi tentang harga, Anda pun tetap harus mengutamakan kualitas produk/layanan yang ditawarkan. Hal ini akan berpengaruh terhadap brand awareness dan loyalitas pelanggan.
Apabila Anda hanya mengutamakan harga rendah tanpa mempertimbangkan kualitas, pelanggan pun berisiko mencari kompetitor lain yang menawarkan produk/layanan lebih tinggi.
3. Promosi dan Edukasi tentang Produk/Layanan
Strategi penetapan harga dengan penetration pricing yang terakhir adalah bagaimana Anda mempromosikan dan mengedukasikan informasi seputar produk/layanan bisnis. Strategi ini menjadi penting karena Anda perlu membentuk pemahaman yang sama dahulu di antara pelanggan. Pelanggan pun akan menyadari keberadaan perusahaan dan produk/layanan Anda.
Demikianlah informasi seputar strategi penetration pricing yang bisa diimplementasikan di perusahaan Anda. Pastikan Anda sudah memahami kelebihan dan kekurangannya agar bisa tetap untung dengan menjual produk/layanan harga rendah.