Lompat ke konten

Brand Recognition: Manfaat dan Bedanya dengan Brand Awareness

brand recognition

Apa yang ada di benak Anda ketika membaca tagline berikut ini?

“Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro.”

“adaAqua?”

“Susu Bendera Coklat, Nikmat! Hingga Tetes Terakhir! Susu Saya, Susus Bendera!”

 Atau mendengar jingle berikut ini:

Bagi anak yang lahir pada tahun 90-an, tagline dan jingle di atas identik dengan masing-masing merk. Jingle pertama misalnya, meskipun singkat, padat dan tanpa menyebut merk tetap diketahui sebagai jingle Aqua. Hal ini karena jingle dan tagline di atas sering diputar dalam iklan-iklan televisi pada zamannya. Bahkan, selama belasan tahun, jingle Aqua tersebut masih digunakan terlepas dari apapun kampanye pemasaran yang diluncurkan. 

Kemampuan konsumen dalam mengingat brand berdasarkan jingle dan tagline di atas adalah salah satu contoh brand recognition. Pahami apa itu brand recognition dengan membaca artikel berikut ini:

Pengertian Brand Recognition

Brand recognition adalah istilah marketing yang mewakili kemampuan konsumen mengenali sebuah produk atau jasa hanya berdasarkan pada logo, tagline, slogan, jingle atau packaging produk tersebut dengan atau tanpa menyebut mereknya. Dengan demikian, produk tersebut jadi lebih mudah dikenali dibandingkan dengan produk lain di pasaran. 

Pada contoh jingle Aqua di atas misalnya. Meskipun hanya berjalan selama beberapa detik saja dan tidak menyebutkan merk, konsumen dapat dengan cepat mengidentifikasi kalau produk yang dipasarkan adalah Aqua. Dengan menggunakan jingle tersebut, produk Aqua menjadi lebih mudah dikenali di pasaran walaupun pada saat jingle tersebut digunakan, sudah ada merk AMDK yang lain. 

Perbedaan Brand Recognition dengan Brand Awareness

Sedikit berbeda dengan brand awareness, pada brand recognition, konsumen tidak hanya menyadari kalau produk Anda ada, tetapi bisa terus mengingat produk meskipun hanya dengan mendengar lagunya atau melihat warna produknya. 

Misalnya, Anda membangun sebuah restoran baru. Untuk meningkatkan brand awareness, Anda melakukan berbagai strategi marketing seperti menyebarkan pamflet, memasang baliho dan lain sebagainya. Setelah beberapa lama karena aroma dan rasa yang khas, pelanggan dapat dengan segera mengidentifikasi masakan Anda. Nah, kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi masakan Anda hanya dari aroma dan rasa ini disebut dengan brand recognition.

Manfaat Brand Recognition

Ketika brand atau perusahaan Anda sudah dikenali dengan tanpa menyebutkan merk, secara tidak langsung hal ini akan mendorong pembelian dan membuat produk Anda unggul dibandingkan pesaing (competitive advantage)., terlepas dari konsumen pada dasarnya menyukai produk Anda atau tidak. Namun apabila konsumen pada dasarnya menyukai produk Anda, maka brand recognition adalah tanda bahwa mereka percaya dengan kualitas produk dan jasa yang Anda hadirkan.

Mari kita ambil Indomie sebagai contoh brand recognition dapat mendorong pembelian, dan kepercayaan konsumen. Katakanlah Anda sebenarnya kurang suka dengan adonan mie pada merk mie instan tersebut. Namun suatu kali Anda pergi ke luar negeri dan merasa kelaparan. Alih-alih memilih produk lain di supermarket, Anda akan memilih Indomie karena sudah familiar dengan tekstur mie-nya dan aroma bumbunya. 

Tips Membuat dan  Mempertahankan Brand Recognition

Meskipun tampak susah diterapkan oleh bisnis kecil, namun pada dasarnya, membuat dan mempertahankan brand recognition dapat dilakukan oleh bisnis dari berbagai skala. Hal ini khususnya di tengah kemajuan digital marketing seperti saat ini. Berikut ini tips membuat dan mempertahankan brand recognition beserta contoh penerapannya:

1.Membuat jingle yang mudah diingat

Tips yang pertama adalah membuat jingle yang mudah diingat. Tidak harus buat baru, beberapa brand juga menggunakan melodi yang sebelumnya sudah diingat oleh masyarakat, seperti lagu klasik atau lagu anak-anak.

Tidak jarang jingle ini juga diiringi dengan lirik atau slogan yang juga mudah diikuti. Contoh brand recognition yang dibangun dengan cara ini, seperti Shopee COD, Lazada dengan kampanye “Lazada, pengiriman cepat gratis ongkir” dan lain sebagainya.

2. Membuat logo dan packaging produk yang unik tapi mudah diingat

Tips yang ke-2 adalah membuat logo dan packaging produk yang unik tapi mudah diingat. Seringkali, perusahaan membuat logo sebagus mungkin tapi susah untuk diingat oleh konsumen entah itu karena polanya yang terlalu rumit atau komposisi warna yang kurang sesuai. 

Contoh brand recognition yang dibangun dengan cara ini, seperti Alfamart dan Indomaret. Terlepas dari dua minimarket ini sudah terkenal, namun logo keduanya sederhana. Alfamart dan Indomaret sama-sama menggunakan warna dasar putih, biru, merah dan huruf tebal di bagian tulisan mereknya. Penggunaan warna dasar dengan komposisi berbeda ini ditambah penggunaan neon box di setiap toko inilah yang membuat Indomaret dan Alfamart mudah dikenali hanya dari komposisi warna logonya saja. 

3. Membangun komunikasi pemasaran yang bersifat personal

Alih-alih hanya menunjukkan keunggulan produk saja, untuk membangun brand recognition Anda juga harus membangun komunikasi pemasaran yang bersifat personal dengan konsumen. Sebab, konsumen zaman sekarang cenderung membeli produk yang memiliki nilai yang sama dengan nilai mereka atau nilai-nilai yang mereka butuhkan. 

Salah satu contoh kampanye pemasaran yang menggunakan metode komunikasi ini dan sukses adalah kampanye Bank BCA dengan tagline “Don’t Know, Kasih No!”.Bertujuan untuk menyampaikan peringatan penipuan, bank tersebut mengkomunikasikannya dengan cara membangun nostalgia antara komedian terkemuka Warkop DKI baik secara fisik, tagline dan musik dengan penonton, khususnya penonton yang pernah menyaksikan Warkop DKI. 

4. Menyediakan produk dan layanan terbaik

Berbeda dengan tips membangun dan mempertahankan brand recognition di atas yang cenderung pada materi iklan, tips yang satu ini fokus pada produk dan layanan. Sederhananya, jika produk dan layanan yang disediakan oleh bisnis Anda memang terbaik, maka lambat laun dengan atau tanpa iklan, konsumen pasti dapat mengenali produk dan perusahaan Anda cepat atau lambat. 

Contohnya adalah produsen CPU AMD. Dengan kualitas produk yang terus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, market share AMD tercatat meningkat cukup konsisten dalam 5 tahun terakhir ini (Statista). Hal ini secara langsung menunjukkan bahwa brand yang satu ini mulai diakui oleh konsumen baik dari kalangan bisnis maupun individu.  

Tidak dapat dipungkiri juga kalau pembuatan konten pemasaran yang terlalu menekankan pada keberulangan (jingle dan slogan yang mudah diingat serta iklan yang terlalu masif) justru akan membuat konsumen merasa terganggu dan malah menghindari untuk membeli produk tersebut. Oleh karena itu, alih-alih hanya bergantung pada aspek viralitas dan mudah diingat, perusahaan tetap perlu memberikan kualitas produk dan layanan yang terbaik.

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *