Lompat ke konten

10 Pekerjaan di Bidang Pertanian yang Menjanjikan

Pekerjaan di Bidang Pertanian

Pekerjaan di bidang pertanian tidak hanya sebatas mencangkul dan bermain dengan sawah atau tanah saja, sebab cakupan ilmunya sangat luas. Cakupan ilmu pertanian meliputi pertanahan, agronomi, peternakan, perkebunan, dan perikanan. Maka dari itu, banyak sekali jenis pekerjaan yang menjanjikan serta tidak boleh diremehkan, sebab juga tak kalah keren dari bidang lainnya.

Orang pertanian bisa bekerja di mana saja selain di sawah atau menggeluti bisnis tentang bidang terkait tersebut.

Berikut ini adalah jenis profesi di bidang pertanian yang menjanjikan serta tidak boleh diremehkan.

1. Agronomist

Profesi di bidang pertanian yang pertama yaitu Agronomist, istilah jenis pekerjaan ini cukup populer khususnya bagi para lulusan baru (fresh graduate) saat hendak melamar kerja di bidang terkait. Agronomi merupakan jenis ilmu yang mempelajari tentang faktor lingkungan dan genetik, di mana kedua faktor tersebut berpengaruh pada pertumbuhan serta produksi tanaman.

Seorang agronomist memiliki peran untuk melakukan pengkajian guna mendapatkan metode paling tepat agar hasil pertumbuhan dan produksi tanaman memberikan hasil terbaik. Sebagai agronomist, Anda pasti ditempatkan di lapangan langsung supaya bisa mengidentifikasi lingkungan sekitar. Tak hanya itu, nantinya juga bertugas memberikan penyuluhan kepada petani sekitar supaya mereka lebih paham mengenai bagaimana cara bercocok tanam di lahannya dengan baik.

Melamar pekerjaan sebagai agronomist bisa segera dilakukan ketika lulus serta sudah siap jika harus ditempatkan di lapangan. Biasanya dibutuhkan lulusan setidaknya SMA/SMK, D3, dan S1 tergantung ketentuan perusahaan.

2. Ahli Ekologi Perairan

Contoh pekerjaan selanjutnya yaitu ahli pertanian di bidang ekologi perairan, memiliki peluang sangat menjanjikan apalagi jika Anda menyukai lingkungan perairan. Ahli ekologi perairan bertugas meneliti tentang air, lingkungan, dan lahan kering lalu mengaitkan ketiganya untuk mengidentifikasi suatu permasalahan di sekitarnya, misalnya pencemaran, perubahan populasi hewan atau tumbuhan, dan sebagainya.

Ahli pertanian di bidang ekologi juga mempelajari mengenai mikroba dan jenis hewan serta tumbuhan tertentu yang tumbuh di lingkungan perairan, kemudian mengkaji dampaknya pada kehidupan jika ada kekurangan atau kelebihan populasi, sehingga harus menjaganya supaya tetap seimbang menggunakan ilmu dan penelitian. Maka dari itu, ahli pertanian ekologi perairan ini harus memahami ilmu tentang tanah, air, dan geologi.

3. Botanist

Botanist atau ahli tumbuh-tumbuhan adalah profesi di bidang pertanian dengan peluang sangat menjanjikan. Ahli pertanian pada bidang botani ini hampir mirip agronomist. Bedanya, botanist mengkaji tentang tumbuhan meliputi sel, jenis penyakit, jaringan, serta proses fisiologi tanaman itu sendiri. Kemudian hasilnya digunakan untuk menentukan tempat yang cocok untuk tumbuh, baik berupa lingkungannya (termasuk kondisi iklim) maupun media tanamnya.

Selain itu, ahli botani juga berperan dalam menyediakan benih tanaman berkualitas namun terjangkau. Tujuannya supaya bisa memaksimalkan penggunaan benih lokal dibandingkan harus melakukan impor, Profesi pada bidang pertanian ini juga berperan besar dalam hal melestarikan keragaman hayati supaya tidak punah.

4. Food Innovator

Profesi di bidang pertanian yang menjanjikan selanjutnya adalah food innovator, mengingat bahwa sampai saat ini masih banyak petani hanya menjual produk mentahan dengan harga sangat murah. Padahal, produk mentah tersebut masih bisa diolah agar nilai jualnya jadi lebih tinggi. Jadi, inilah mengapa food innovator sangat dibutuhkan dan termasuk pekerjaan menjanjikan.

Food innovator berperan memberikan penyuluhan terhadap para petani agar mereka bisa melakukan pengembangan sekaligus inovasi terhadap produk hasil pertaniannya. Misalnya melalui pengawetan, mengolahnya jadi makanan, penyulingan, dan sebagainya. Maka dari itu, para food innovator harus mampu memberikan solusi supaya para petani bisa lebih berkembang ke depannya.

5. Microbiologist

Microbiologist termasuk profesi di bidang pertanian yang menjanjikan, di mana mereka mempelajari tentang mikroorganisme, pengaruhnya terhadap manusia, serta cara memanfaatkannya untuk kebutuhan pertanian, lingkungan, bahkan pangan, Contohnya yaitu pembuatan pupuk, pestisida, mengatasi pencemaran, pengawetan produk makanan, dan lain sebagainya.

Ahli pertanian bidang mikrobiologi ini perannya sangat besar untuk masyarakat, sebab pasti ilmunya pun dibutuhkan. Selain itu, ahli mikrobiologi juga sangat membantu dalam mencari alternatif lain yang lebih baik selain pupuk kimia untuk pertumbuhan tanaman. Mereka bisa bekerjasama dengan food innovator, agronomist, maupun botanist untuk menerapkan ilmu tersebut guna menyejahterakan petani.

6. Teknisi Lapangan Hortikultura atau Teknisi Rumah Kaca

Teknisi Lapangan Hortikultura atau Teknisi Rumah Kaca mungkin profesi pada bidang pertanian ini masih kurang familiar di telinga sebagian masyarakat. Teknisi seperti ini bertugas untuk memastikan kesehatan tanaman yang dibudidayakan di rumah kaca atau greenhouse, baik itu melalui hidroponik, aeroponik, dan metode lain-lain.

Teknisi Lapangan Hortikultura memang bukan peneliti, tetapi tugasnya membantu para peneliti atau ilmuwan untuk menganalisa hubungan antar spesies pada tanaman, media tanam, nutrisi, ekologi lingkungan, serta lainnya. Selain itu, para teknisi tersebut juga berperan dalam melakukan perawatan tanaman budidaya di rumah kaca, pengamatan, bahkan membantu melakukan rekayasa dengan ilmu bioteknologi.

7. Ahli Tumbuhan dan Tanah

Ahli pertanian tumbuhan dan tanah memiliki tugas untuk mengumpulkan data, analisa, melakukan pemetaan pada lahan tertentu, dan konservasi. Profesi di bidang pertanian satu ini sangat cocok jika Anda menyukai kegiatan survei lapangan karena nantinya akan bertugas sebagai surveyor sekaligus peneliti lapangan menggunakan bantuan GIS (Geographic Information System) guna melakukan analisis pada topografi, vegetasi, geomorfologi, tata air, serta iklim yang nantinya dibuat menjadi peta tanah.

Selain itu, ahli tumbuhan dan tanah juga berperan untuk menganalisa tingkat ketersediaan unsur hara, kerusakan lahan, produktivitas lahan, mengetahui potensi erosi di suatu daerah, bahkan melakukan tindakan konservasi untuk pengelolaannya.

8. Ahli Pangan dan Pertanian

Ahli pertanian pada bidang pangan memiliki peran untuk melakukan berbagai inovasi untuk membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Tugasnya adalah melakukan eksperimen tertentu, melakukan analisa, serta merencanakan metode perihal produksi pangan.

Ahli pangan tidak hanya memanfaatkan hasil tani dari lahan sawah atau perkebunan saja, tetapi juga ke peternakan untuk mendapatkan sampel. Pekerjaannya dibantu oleh para tim peneliti untuk menciptakan hasil maksimal guna memaksimalkan ketahanan pangan yang saat ini masih kurang baik.

9. Ahli Biokimia

Ilmu biokimia mempelajari tentang reaksi kimia pada sel atau organisme hidup. Ahli biokimia merupakan profesi di bidang pertanian di mana tugasnya menciptakan macam-macam produk ramah lingkungan dari sumber daya tak terpakai atau terbengkalai. Prosedurnya pun disesuaikan dengan kebijakan pemerintah serta standar keamanan yang berlaku supaya aman ketika digunakan.

Menjadi ahli pertanian bidang biokimia ini sangat menjanjikan. Apalagi saat ini mulai banyak bermunculan riset-riset mengenai sumber daya terbengkalai.

10. Reklamasi Pasca Tambang

Profesi di bidang pertanian sebenarnya tidak sebatas di laboratorium, rumah kaca, perkebunan, atau sawah saja. Pada bidang pertambangan, terdapat pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan kegiatan reklamasi pasca tambang.

Kegiatan reklamasi pasca tambang fokus untuk memperbaiki, memulihkan, dan menata kembali ekosistem pertambangan agar sesuai peruntukannya. Seperti diketahui bahwa biasanya lingkungan sekitar area tambang rusak akibat kegiatan penambangan terus-menerus. Akibatnya, tanah kekurangan unsur hara, beracun, serta lebih tandus karena kesuburannya terganggu.

Adanya seorang ahli pertanian bidang reklamasi pasca tambang, membantu memulihkan ekosistem lingkungan pertambangan tersebut. Sehingga, kondisinya perlahan dipulihkan seperti semula sesuai peruntukannya. Contohnya melakukan penanaman rumput (revegetasi) untuk membentuk bahan organik, penimbunan tanah bekas galian, dan sebagainya.

Itulah berbagai pekerjaan di bidang pertanian yang menjanjikan, tidak hanya di sawah atau perkebunan, atau menjadi petani saja. Semoga bisa menjadi gambaran supaya lebih tahu tentang profesi yang sebenarnya tak boleh diremehkan ini.

nv-author-image

Zahrah Firyal Salma

Zahrah Firyal Salma adalah sarjana pertanian yang tertarik menulis di bidang entrepreneurship, tips seputar keuangan, dan gaya hidup.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.