Lompat ke konten

Perbedaan Leader Dan Manajer Serta Peranannya

perbedaan leader dan manager

Seorang manajer belum tentu merupakan seorang leader. Sebaliknya, seorang leader juga bisa ditemukan pada orang dengan jabatan fungsional apapun. Perbedaan leader dan manajer terletak pada definisi, orientasi waktu, sikap terhadap risiko dan cara mereka berkomunikasi dengan orang lain. Namun demikian, leader dan manajer adalah dua posisi yang bisa saling melengkapi satu sama lain. 

Seorang manajer yang baik adalah manajer yang bisa merangkap sebagai leader bagi anak buahnya. Begitu pula, dampak dari seorang leader bisa jadi lebih besar kalau dia memegang jabatan sebagai manajer. Jika Anda masih bingung mengenai perbedaan keduanya, berikut ini akan kami jabarkan beberapa perbedaan antara leader dan manajer. 

Pengertian Leader

Leader berasal dari kata lead yang artinya memimpin atau pemimpin. Dalam kamus Merriam-Webster leads diartikan sebagai memimpin perjalanan dengan berjalan terlebih dahulu. Oleh karena itu, definisi leader adalah pemimpin yang tidak hanya sekadar menyurug orang di bawah koordinasinya, melainkan orang yang memimpin perjalanan sambil memberi contoh.

Seorang pemimpin bisa Anda temukan dalam berbagai kondisi. Ketika menghadapi sebuah suku misalnya, Anda harus berhadapan dengan pemimpin atau leader dari suku tersebut. Bahkan terkadang seorang leader bisa muncul di saat yang tidak terduga. 

Contohnya, ketika seorang teman Anda nekat memimpin perjalanan ketika Anda terjebak di hutan. Bisa jadi, dia juga takut tersesat, tapi nekat untuk memimpin jalan supaya Anda dan yang lainnya bisa pulang.

Pengertian Manajer

Disisi lain, manajer adalah istilah yang biasa Anda temukan dalam struktur organisasi perusahaan. Secara bahasa, manajer berasal dari kata manage yang artinya mengatur sesuatu dengan tingkat keahlian tertentu. Maka dari itu, manajer dapat diartikan sebagai orang yang memiliki tingkat keahlian tertentu yang bertugas untuk mengatur sesuatu. 

Misalnya, manajer personalia adalah orang yang memiliki keahlian mengatur sumber daya manusia yang dimiliki oleh perusahaan. Biasanya, manajer personalia ini adalah lulusan psikologi, yang notabene memang ilmu yang mempelajari kondisi psikis manusia. 

Perbedaan Leader dan Manajer

1. Leader memiliki pengikut, manajer memiliki bawahan

Dari definisi di atas, terlihat ada satu perbedaan antara leader dan manajer yaitu leader memiliki pengikut dan manajer memiliki bawahan. Pengikut dan bawahan juga merupakan dua kata yang mirip tetapi memiliki konotasi yang berbeda. 

Pengikut adalah orang yang akan mengikuti perintah atau bimbingan dari seorang leader secara sukarela. Adapun bawahan bisa mengikuti perintah manajer baik secara sukarela maupun dengan tidak senang hati. Maka dari itu, tidak heran kalau seorang leader cenderung memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan manajer. 

2. Visi Vs. Target

Salah satu karakteristik utama dari seorang leader adalah dia adalah seorang yang visioner. Dia bisa membayangkan bagaimana dirinya atau perusahaannya bisa berkembang dalam beberapa tahun ke depan. 

Di sisi lain, tugas seorang manajer adalah membuat target dan memastikan target tersebut bisa terpenuhi. Hal ini karena biasanya seorang manajer berada di mid manajemen perusahaan. Dia harus bisa memerintah bawahannya, tetapi juga akan diperintah oleh orang yang jabatannya lebih tinggi seperti, direktur atau bahkan komisaris. 

3. Orientasi waktu

Dari pembahasan nomor 1 di atas, terlihat perbedaan kedua antara manajer dan leader. Visi yang dibangun oleh seorang leader umumnya merupakan visi jangka panjang dan susah dievaluasi atau dikuantifikasi. 

Adapun target yang dibangun oleh seorang manajer umumnya berorientasi jangka pendek entah itu bulanan atau tahunan. Selain itu, target tersebut juga bisa dikuantifikasi dan dievaluasi dalam bentuk key performance indicator (KPI). 

4. Pemimpin membimbing, manajer memerintah

Sebagaimana definisi di atas, umumnya seorang leader tampil sebagai contoh dari bawahannya, sehingga ketika bawahannya tersebut mengalami kesulitan dia akan hadir dan memberikan bimbingan. 

Adapun manajer umumnya adalah orang yang suka memerintah. Bahkan, tidak jarang ketika bawahannya tertinggal atau mengalami kesulitan, dia bersikap tidak mau tahu. Memang, seperti ini bukanlah hal yang baik, akan tetapi sikap ini terikat dengan karakteristik manajer yang terikat target dengan orientasi waktu pendek. 

5. Fokus produksi

Dari target dan visi di atas, kita juga dapat melihat perbedaan antara manajer dan leader dari sisi fokus produksi. Manajer akan berfokus pada target karena rincian targetnya jelas dan bisa dievaluasi. 

Di sisi lain, seorang leader akan berfokus pada proses dan lebih menoleransi kesalahan. Alasannya adalah, dia menginginkan sesuatu yang besar tidak dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang. Tidak jarang juga, pemimpin merupakan pemilik usaha terkait sehingga dia tidak memiliki atasan lagi jadi tidak ada orang yang akan mengevaluasi kinerjanya, kecuali dirinya sendiri. 

6. Sikap terhadap risiko

Seringkali seorang leader dianggap sebagai orang yang suka mengambil risiko (risk taker), sebaliknya manajer adalah orang yang menghindari risiko (risk averse). Oleh karena itu, manajer acap kali melakukan berbagai analisis untuk mengelola risiko dengan baik.

Sinergi Antara Manajer dan Leader

Dari pembahasan di atas, terlihat bahwasanya leader dan manajer memiliki perbedaan yang cukup kentara dan seringkali berlawanan. Namun, pada dasarnya leader dan manajer adalah dua entitas yang saling melengkapi untuk membangun sebuah perusahaan dan lembaga sukses. 

Visi dan misi seorang leader tidak akan terwujud apabila dia tidak mampu menentukan target jangka pendek sebagaimana seorang manajer. Sebaliknya, manajer perusahaan juga tidak akan bisa menentukan target jangka pendek kalau target jangka panjangnya saja tidak tahu. 

Di luar dari konteks pemimpin perusahaan, tidak jarang leader yang hanya bisa berkomunikasi dengan memberi contoh tanpa bisa mengucapkan kata perintah karena satu dan lain hal. Padahal, skill komunikasi verbal juga dibutuhkan dalam memimpin sebuah perusahaan.

Di sisi lain, ada juga manajer yang bisanya hanya memerintah dan tidak bisa memberi contoh dan membimbing. Padahal skill komunikasi bisnis non-verbal juga penting dalam membangun komunikasi bisnis. 

Oleh sebab itu, seorang manajer yang baik adalah orang yang mampu membimbing dan memberi contoh layaknya seorang leader. Begitupun pemimpin yang baik adalah orang yang tidak hanya bisa berangan-angan, tetapi juga bisa mewujudkan angan-angan tersebut menjadi nyata. 

Menjadi manajer dan sekaligus leader yang baik memang bukanlah hal mudah. Bahkan, tidak jarang untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, seseorang perlu belajar dan latihan dulu selama bertahun-tahun. 

Terlepas dari itu, belajar menjadi manajer dan leader yang baik bisa dimulai dari sekarang dengan mengatur dan memimpin diri Anda sendiri.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.