Lompat ke konten

Analisis Usaha Warmindo Dan Tips Memulainya

Analisis Usaha Warmindo Dan Tips Memulainya

Warung Makan Indomie (Warmindo) adalah salah satu bisnis yang memiliki peluang besar khususnya di kalangan mahasiswa dan pendatang di perkotaan. Dengan berbagai menu yang ditawarkan, Warmindo adalah solusi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan makanan enak dengan harga terjangkau. 

Akan tetapi, untuk membuka bisnis ini juga diperlukan biaya yang boleh dibilang tidak sedikit sama seperti bisnis lainnya. Oleh sebab itu, diperlukan analisis usaha supaya uang modal tersebut tidak terbuang dengan percuma. Berikut ini analisis usaha Warmindo ala Magnate.id:

Peluang Usaha Warmindo

1. Mie instan bisa dibuat berbagai masakan

Dari segi produk, peluang usaha warmindo yang pertama adalah karena mie instan bisa dibuat menjadi berbagai aneka produk. Berikut ini beberapa produk makanan yang bisa diolah dari mie instan:

  1. Mie rebus dan goreng biasa. 
  2. Mie dok dok.
  3. Omelette. 
  4. Magelangan (Nasi goreng campur mie). 
  5. Cilor dan banyak lainnya. 

Belum lagi fakta bahwa Indomie, selaku pemasok utama Warmindo juga sering mengembangkan produk baru. 

Secara model bisnis sendiri, Warmindo sebenarnya tidak hanya bergantung pada olahan mie, tetapi juga dengan minuman instan, gorengan dan makanan berat lainnya, sehingga kemungkinan bisnis ini untuk mengakuisisi penggemar makanan lain juga besar.

2. Pangsa pasar besar

Menurut laporan dari CNBC, sebanyak 12,6 miliar bungkus mie instan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2020. Jumlah ini menjadikan negeri ini menjadi negara dengan jumlah konsumsi mie instan terbanyak di dunia. 

Itu fakta pertama. Fakta kedua, hingga saat ini dominasi Indofood sebagai produsen mie terbesar di Indonesia masih belum tergoyahkan. Hingga tahun ini, Indofood memegang pangsa pasar mie instan di Indonesia sebanyak 70%. Ini artinya, dari 12,6 miliar bungkus mie yang dikonsumsi, 8,8 miliar diantaranya merupakan Indomie. 

Fakta ketiga, Warmindo banyak hadir di daerah-daerah urban dan dikonsumsi oleh mahasiswa dan pendatang sebagai solusi atas biaya hidup mereka. Artinya, semakin banyak generasi muda yang menempuh pendidikan tinggi dan berpindah ke kota, maka semakin besar pula peluang Warmindo untuk berkembang. 

Fakta keempat, Indomie juga merupakan salah satu brand Indonesia yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat luar negeri sehingga pas untuk dibuka di dekat tempat wisata yang terbuka untuk turis asing.

3. Peluang kemitraan

Warmindo di kota-kota besar seperti di Yogyakarta tidak jarang mendapatkan fasilitas mudik bersama dari Indofood.Tidak hanya itu, Warmindo di kota-kota lain juga tidak jarang mendapatkan peluang kemitraan lain, seperti recycle bungkus Indomie untuk mendapatkan diskon.

Selain itu, peluang kemitraan pemilik Warmindo juga bisa berasal dari sesama pemilik Warmindo lainnya. Maka dari itu, peluang kemitraan untuk usaha ini cukup besar. 

Analisis Usaha Warmindo

Berikut ini contoh analisis usaha Warmindo untuk Anda. Perlu diingat bahwasanya hal ini hanya perkiraan saja. Masing-masing bisnis tentu memiliki besaran bisnis yang berbeda:

Modal awal

ItemHargaJumlahTotal
Kompor 2 tungku300.0001300.000
Perlengkapan dapur1.300.00011.300.000
2 set kursi dan meja3.000.00013.000.000
Kabinet dan etalase1.000.00011.000.000
Mie instan98.0005490.000
Susu kental manis9.000545.000
Telur22.00045990.000
Minuman sachet12.00040480.000
Es Batu1.40080112.000
Bahan kacang hijau500.0001500.000
Selai roti25.000375.000
Alokasi biaya pemasangan wifi1.500.00011.500.000
Alokasi biaya pemasangan listrik900.0001900.000
Biaya sewa tempat15.000.000115.000.000
Bumbu dapur200.0001200.000
Beras (Kg)12.000500600.000
Lain-lain500.0001500.000
Total26.992.000
Tabel 1: Contoh penghitungan modal awal warmindo

Catatan:

  1. Biaya sewa tempat setiap daerah dan lokasi pasti berbeda-beda. 
  2. Alokasi modal di atas dibuat untuk Warmindo sederhana dengan 2 set meja kursi. 1 meja kursi yang diletakkan diantara penjual dan pembeli dan 1-nya untuk pembeli saja. 
  3. Warmindo di atas juga menyediakan bubur kacang hijau (Burjo). Warmindo disebut Burjo di beberapa daerah, seperti Yogyakarta dan Semarang karena asal muasal warung ini yang berasal dari warung penjual bubur kacang hijau. Akan tetapi saat ini banyak juga Warmindo yang tidak menyediakan menu ini. 
  4. Lain-lain digunakan untuk biaya cadangan.

Biaya operasional

Berikut ini perkiraan rincian biaya operasional Warmindo untuk satu bulan:

ItemHargaJumlahTotal
Mie instan98.0005490.000
Susu kental manis9.000545.000
Telur22.00045990.000
Minuman sachet12.00040480.000
Es Batu (kg)140080112..000
Bahan kacang hijau500.0001500.000
Selai roti25.000375.000
Listrik bulanan300.0001300.000
Wifi Bulanan300.0001300.000
Bumbu dapur200.0001200.000
Beras (Kg)12.000100600.000
Lain-lain500.0001500.000
Total4.592.000
Tabel 2: Contoh penghitungan biaya operasional warmindo

Perhitungan laba

Sebelum mulai menghitung laba Warmindo, sebaiknya Anda tahu beberapa asumsi terlebih dahulu:

  1. Dalam 1 bulan, terdapat 200 bungkus Indomie habis (untuk indomie saja tanpa magelangan dan Indomie telur).
  2. 400 sachet minuman habis. 
  3. Beras 100 Kg dan telur 5 Kg habis untuk nasi telur saja. 
  4. Harga 1 porsi mie sebesar Rp6.000. 
  5. Semua minuman berharga Rp.3000.
  6. Dalam 1 bulan, ada 450 porsi nasi telur terjual dan 1 porsi nasi telur dijual dengan harga Rp10.000.
  7. Semua bahan pembuatan bubur kacang hijau habis dalam 1 bulan untuk membuat 500 mangkok burjo dijual dengan harga Rp5.000.

Oleh karena itu, jumlah omzet dan Warmindo tersebut dalam 1 bulan adalah:

KeteranganHargaJumlahTotal
Mie Goreng dan Rebus6.0002001.200.000
Nasi Telur10.0004504.500.000
Minuman3.0004001.200.000
Bubur Kacang Hijau5.0005002.500.000
Pendapatan9.400.000
Biaya4.540.000
Laba4.860.000
Tabel 3: Contoh penghitungan keuntungan warmindo

Keuntungan tersebut belum termasuk hasil penjualan gorengan dan akan mengecil apabila Anda mengeluarkan biaya tambahan, seperti mempekerjakan karyawan. Dengan keuntungan tersebut, Anda bisa mencapai break even point dalam waktu kurang lebih 6 bulan. 

Tips Membuka Usaha Warmindo

1. Menghemat biaya

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghemat biaya usaha Warmindo, diantaranya:

  1. Menggunakan properti bekas yang ada di rumah. 
  2. Tidak menyewa tempat usaha dan menggunakan lapak yang sudah ada atau menyewa tempat tapi di lokasi yang agak murah. 
  3. Menjalin kemitraan dengan rekan sesama penyedia Warmindo, pihak pabrik mie sendiri dan dengan mitra lain, seperti toko kelontong dan pabrik es kubik. 

2. Meningkatkan variasi mie

Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu keistimewaan mie instan Indonesia adalah bisa dibuat variasi. Untuk menarik konsumen, pastikan Anda menyediakan variasi tersebut. Selain variasi rasa mie, minimal hadirkan juga mie dok dok dan magelangan. Bahkan kalau bisa buatlah masakan mie ala burjo Anda sendiri.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.