Lompat ke konten

Cara Melamar Kerja Di Perusahaan Yang Tidak Membuka Lowongan

Cara melamar kerja di perusahaan tanpa lowongan

Anda punya pekerjaan impian? Atau ingin bekerja di perusahaan tertentu dengan jabatan tertentu? Jangan hanya tunggu sampai jabatannya buka. Anda bisa melamar pekerjaan tersebut meskipun perusahaan tidak sedang membuka lowongan. 

Melamar kerja tanpa lowongan memang seringkali dianggap sebagai tindakan yang “buang-buang waktu”. Padahal, dengan mengirimkan surat lamaran jauh-jauh hari sebelum posisi dibuka, Anda bisa menjadi salah satu kandidat pertama yang akan dipertimbangkan oleh perusahaan sebelum mereka merilis iklan lowongan pekerjaan tersebut di internet. Ini artinya, peluang Anda untuk bisa direkrut juga semakin besar. 

Lalu, bagaimana cara melamar kerja di perusahaan yang tidak membuka lowongan? Simak tipsnya berikut ini.

1. Buat Letter of Interest (LOI)

Letter of interest atau surat lamaran kerja tanpa lowongan adalah surat yang dibuat oleh calon karyawan untuk menunjukkan ketertarikannya atas posisi tertentu yang belum dibuka lowongannya oleh sebuah perusahaan. Surat ini mirip dengan surat lamaran kerja, namun bisa disesuaikan apabila Anda belum memiliki target bekerja di jabatan tertentu.

Saat menyusun surat ini, pastikan Anda memperhatikan beberapa detail berikut:

  • Kosa kata yang digunakan. Pastikan Anda menggunakan kosa kata yang formal tapi tidak terlalu kaku. 
  • EYD. Hindari typo, kesalahan huruf kapital dan lain-lain. 
  • Tekankan skill dan pengalaman yang Anda miliki. Meskipun Anda belum memiliki target jabatan, usahakan Anda tetap menjabarkan alasan “Mengapa Anda cocok untuk bekerja di perusahaan tersebut?”. 
  • Jangan lupa riset mengenai profil perusahaan. Kalau perlu, cari nama manajer HRD-nya juga. 
  • Susun LOI sedemikian rupa sehingga HRD tertarik untuk membaca CV Anda. 

Jangan lupa cantumkan kontak resmi Anda seperti email dan nomor telepon, supaya perusahaan mudah untuk menghubungi Anda kembali. 

2. Kirimkan CV Terbaik

CV adalah komponen penting dalam proses lamaran kerja. Melamar kerja tanpa mengirimkan CV sama halnya dengan melamar kekasih dengan tanpa bunga atau cincin sebagai mahar. CV atau daftar riwayat hidup harus dibuat sedemikian rupa supaya perusahaan tertarik untuk menghubungi Anda kembali. Saat membuat CV, pastikan beberapa hal detail berikut:

  • CV yang dibuat harus ATS friendly. Applicant tracking system (ATS) adalah salah satu jenis software yang digunakan HRD untuk menyeleksi CV supaya proses seleksi bisa berjalan dengan cepat. Anda bisa membuat CV yang ATS friendly di aksel.co.id
  • Masukkan informasi yang relevan dengan pekerjaan atau perusahaan yang Anda lamar. Jika Anda melamar pekerjaan sebagai content writer misalnya, maka usahakan mengisi bagian pengalaman kerja yang berhubungan dengan dunia tulis menulis. Jangan memasukkan pengalaman kerja sebagai aktor misalnya. 

Hal ini karena CV biasanya memiliki batasan jumlah halaman dan berat file. Oleh sebab itu, buat beberapa CV yang berbeda untuk melamar pekerjaan yang berbeda. Jangan 1 CV untuk semua. 

Nah, kalau fresh graduate bagaimana? Bagian pengalaman di CV bisa diisi dengan pengalaman organisasi, pengalaman proyek, pengalaman penelitian atau pengalaman ikut kegiatan sukarelawan.

  • Pastikan CV ditulis dengan ukuran font yang jelas. Faktor ini sederhana, tapi penting. Tanpa font yang jelas, tentu HRD atau software ATS tidak akan bisa membaca CV Anda. Font yang jelas itu seperti, Times New Roman 12, Calibri 11 atau 12, Arial 11 atau 12. 
  • Sertakan foto dan portofolio bila memang diperlukan. Posisi-posisi seperti SPG dan SPB tentu membutuhkan foto diri untuk pertimbangan. Posisi sebagai desainer grafis biasanya juga membutuhkan portofolio. 
  • Masukkan nama dan kontak referensi. Hal ini bertujuan supaya HRD bisa menghubungi orang yang pernah bekerjasama dengan Anda entah itu mantan rekan kerja, mantan bos dan lain-lain. Anda juga bisa mencantumkan nama dan kontak referensi dari orang yang sudah bekerja di perusahaan tersebut (yang tentu mengenal Anda). 

Selain CV dan LOI, kirimkan juga file-file pendukung seperti, sertifikat perlombaan, sertifikat TOEFL atau IELTS, Ijazah dan transkrip nilai serta file-file pendukung lainnya. 

3. Kirimkan Via Email

Dokumen-dokumen di atas memang bisa dikirimkan ke alamat perusahaan secara langsung. Akan tetapi, saat ini rata-rata perusahaan sudah menggunakan email atau form khusus untuk pekerja yang ingin melamar pekerjaan. Alamat email dan formulir ini bisa Anda cek di website resmi perusahaan. 

Saat mengirimkan LOI, CV dan dokumen pendukung lainnya melalui email, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal detail berikut:

  • Pastikan Anda menggunakan email resmi. Gunakan email seperti Prita.cahyaningsih@gmail.com alih-alih email Prita.cantik@gmail.com
  • Subjek email jangan sampai kosong. Isi subjek email pekerjaan dengan nama Anda dan jabatan yang ingin Anda tuju misalnya, Prita Cahyaningsih_Letter of Interest_Content Writer. Tujuannya supaya HRD bisa langsung tahu apa maksud email Anda dan tertarik untuk membukanya. 
  • Body email jangan sampai kosong. Gunakan body email untuk “mengantarkan” HRD untuk membaca dokumen-dokumen yang tertaut di bawahnya. Anda bisa menggunakan sebagian isi surat lamaran kerja untuk mengisi bagian ini. Banyak sekali kandidat yang gagal di bagian seleksi dokumen “hanya” karena bagian body email mereka kosong.
  • Pastikan nama file sesuai dengan isinya dan bukan sesuai dengan nama file tersebut di laptop Anda. Jadi, kalau di laptop mungkin Anda akan menulisnya CV Prita Untuk Magnate, pastikan saat dikirim nama file tersebut sudah diganti dengan Prita Cahyaningsih_CV. 
  • Kirim email di waktu yang tepat. Ingat, tim HRD juga manusia. Mereka mempunyai jam kerja 8 jam sehari dalam 5 hari kerja sama seperti Anda dan lainnya. Oleh sebab itu, pastikan email Anda terkirim dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore di hari Senin-Jumat. Kalau Anda selesai membuat CV atau LOI di hari Sabtu atau Minggu atau diluar jam kerja, Anda bisa menggunakan fitur schedule di bagian bawah email supaya email tersebut bisa terkirim keesokan harinya. 

Kelemahan dari melamar kerja di perusahaan yang tidak membuka lowongan adalah bisa jadi Anda harus menunggu lebih lama dibandingkan orang lain untuk mendapatkan panggilan kerja yang Anda inginkan. 

Tapi kelebihannya, perusahaan bisa langsung mengontak Anda jika memang posisi yang Anda inginkan sedang kosong. Oleh sebab itu, jadikan proses lamaran kerja di perusahaan yang tidak membuka lowongan ini sebagai bagian dari ikhtiar yang Anda lakukan untuk mendapatkan pekerjaan impian.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.