Lompat ke konten

Mengenal Pekerjaan SPB Dan SPG Serta Tugasnya

pekerjaan spg dan spb

Pernahkah Anda datang ke sebuah supermarket dan menemukan beberapa pria dan wanita yang berjaga di depan rak atau counter tapi memiliki seragam yang berbeda dengan karyawan supermarket tersebut? Bisa jadi, para pria dan wanita tersebut adalah sales promotion girl (SPG) atau sales promotion boy (SPB) dari brand-brand tertentu yang ditugaskan untuk beroperasi di supermarket tersebut.

Sales promotion girl (SPG) dan sales promotion boy (SPB) adalah dua profesi yang banyak dicari dan diminati di Indonesia. Alasannya adalah peran karyawan ini penting untuk mempertahankan dan meningkatkan penjualan produk. 

Tapi, sebelum Anda melamar ke pekerjaan ini sebaiknya Anda tahu terlebih dahulu job desk dari SPB dan SPG berikut supaya Anda bisa menjawab dengan lancar saat wawancara.

Apa Itu SPB?

SPB adalah singkatan dari sales promotion boy (SPG), laki-laki yang bertugas untuk mempromosikan produk tertentu di berbagai tempat. SPB bisa jadi adalah tenaga kerja yang Anda temui di supermarket, mall, toko biasa atau booth di festival. Tidak jarang SPB juga dituntut untuk mempromosikan produk secara door to door langsung ke konsumen potensial (SPB mobile).

Apa itu SPG?

SPG adalah singkatan dari sales promotion girl (SPG), mbak-mbak yang sering Anda temui di sebuah supermarket dan tempat lainnya untuk mempromosikan sebuah produk. Sama seperti SPB, tidak jarang SPG juga dituntut untuk bekerja di lokasi outdoor entah itu di booth, atau door to door langsung ke lokasi konsumen (SPG mobile).

Tugas Pekerjaan SPG Dan SPB

Tugas SPG dan SPB masing-masing perusahaan bisa jadi berbeda. Namun berikut ini tugas SPG dan SPB yang secara umum harus Anda ketahui:

1. Mempromosikan produk

Tugas utama SPG dan SPB adalah mempromosikan produk. Maka dari itu tidak heran kalau salah satu syarat menjadi SPG dan SPB adalah berpenampilan menarik dan rapi. Tujuannya adalah supaya konsumen mau mendatangi booth atau lapak produk yang dijual. 

Datang ke lapak tentu saja berbeda dengan membeli produk. Untuk bisa membujuk konsumen membeli produk, SPG dan SPB harus memiliki skill komunikasi yang baik sehingga mampu menyampaikan kelebihan produk yang dijual dengan semenarik mungkin. 

2. Mencatat penjualan

Jika pelanggan sudah membeli produk, maka tugas SPG dan SPB adalah mencatat penjualan. Hasil penjualan ini kemudian dikirim ke manajer penjualan untuk kemudian dievaluasi. Dalam beberapa kasus, SPG dan SPB juga dituntut untuk menerima pembayaran dari konsumen sehingga kejujuran juga diperlukan dalam membangun karir di bidang ini. 

3. Mencatat produk yang keluar masuk

Selain penjualan, biasanya salah satu tugas SPG dan SPB adalah mencatat produk yang keluar masuk dari gudang ke tempat mereka beroperasi. Misalnya jika SPG dan SPB tersebut bekerja di sebuah booth produk, maka tugasnya adalah mencatat barang yang masuk ke booth tersebut dari gudang dan barang yang keluar entah itu karena berhasil dijual atau karena rusak dan sebagainya. 

4. Membersihkan area penjualan

SPG dan SPB yang tidak bergerak jemput bola ke rumah konsumen (mobile), biasanya juga diminta untuk membersihkan area penjualan entah itu booth, meja etalase atau toko ketika jam operasionalnya sudah habis. 

Saat membersihkan area ini, umumnya SPG dan SPB juga melakukan rekapitulasi penjualan dan pengeluaran sehingga tidak ada salah laporan ketika hasilnya dilaporkan kepada manajer penjualan. 

Skill Yang Harus Dimiliki Oleh SPG dan SPB

1. Komunikasi bisnis

Skill pertama dan utama yang harus dimiliki oleh SPG dan SPB adalah skill komunikasi bisnis baik itu komunikasi verbal maupun non verbal. Komunikasi verbal seperti mampu menyampaikan kelebihan produk yang dijual dibandingkan dengan produk pesaing dengan baik. Oleh karena itu, sebagai SPG dan SPB Anda harus tahu rincian produk yang Anda jual dengan baik supaya konsumen tertarik.

Adapun kemampuan komunikasi non verbal yang harus dimiliki oleh SPG dan SPB seperti, bersikap ramah kepada konsumen, tidak memasang muka masam kepada konsumen, selalu memberikan senyum terbaik kepada pelanggan yang datang dan lain-lain. Dalam beberapa kasus, SPG dan SPB bahkan dilatih untuk menunjukkan pose tertentu kepada pelanggan. 

2. Skill teknis penjualan

Karena tugas lain dari SPG dan SPB adalah mencatat dan merekap penjualan, maka seorang sales promotion girl dan sales promotion boy harus tau teknis pencatatan penjualan sederhana. 

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan aplikasi pencatatan penjualan secara otomatis dan terintegrasi. Jika Anda bekerja di perusahaan yang seperti ini, maka Anda harus belajar bagaimana cara menggunakan aplikasi tersebut. 

3. Kejujuran

Biasanya untuk meningkatkan penjualan, perusahaan menggaji tim sales dengan sistem gaji tetap dan bonus dimana nilai bonus akan semakin besar apabila sales terkait bisa mencapai target penjualan tertentu. Akibatnya, banyak sales yang menggunakan segala cara untuk meningkatkan bonus ini, termasuk memalsukan pencapaian target penjualan. 

Padahal apabila tindakan ini diketahui oleh pihak perusahaan, sales tersebut bisa dipecat saat itu juga. Oleh karena itu, Anda harus memiliki sifat kejujuran saat meniti karir di bidang ini. 

4. Sabar

Selain kejujuran, seorang SPG dan SPB juga harus sabar. Hal ini karena dalam satu hari, Anda harus menghadapi banyak konsumen sekaligus yang mana konsumen tersebut pastinya juga memiliki sifat yang bermacam-macam dan tidak semuanya bisa menghasilkan penjualan. 

Hal ini belum lagi jika Anda bekerja sebagai SPG dan SPB mobile yang dituntut untuk datang ke rumah konsumen langsung dan tidak jarang jarak antara rumah Anda ke lokasi konsumen bisa puluhan kilometer. 

Perkiraan Gaji SPG Dan SPB

Gaji pokok SPG dan SPB bervariasi antara Rp. 2.000.000- Rp. 5.000.000. Hal ini tergantung beberapa hal diantaranya:

  1. Upah minimum regional tempat SPG dan SPB tersebut beroperasi. 
  2. Jenis kontrak yang digunakan. Gaji SPG dan SPB tetap tentu berbeda dengan yang masih magang atau SPG dan SPB lepas (freelance). 

Oleh karena itu, jumlah disposable income (gaji setelah dikurangi pajak) profesi ini juga berbeda-beda tergantung dengan sistem bonus yang diterapkan oleh perusahaan. 

Maka dari itu saat wawancara untuk posisi ini, pastikan Anda tidak hanya tahu rincian tugasnya saja tetapi juga rincian benefit dan sistem bonus yang akan Anda dapatkan.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.