Lompat ke konten

Contoh Analisis SWOT Usaha Fotocopy

Contoh Analisis SWOT Usaha Fotocopy

Seiring dengan perkembangan jaman, semakin banyak pula orang yang menyadari pentingnya sebuah dokumen baik untuk melamar kerja, mengerjakan tugas sekolah atau mengurus hal-hal yang terkait dengan pemerintahan. 

Maka tidak heran jika saat ini usaha fotokopi semakin banyak tersebar di pelosok desa di seluruh Indonesia. Apabila Anda adalah orang yang ingin mengembangkan usaha ini di desa Anda, sebaiknya Anda menyimak contoh analisis SWOT usaha fotocopy di bawah ini.

Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah kegiatan menganalisis kelebihan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity) dan ancaman (threat) dari sebuah usaha. Umumnya analisis ini dilakukan dalam rangka perencanaan usaha sebelum usaha berdiri dan sebagai bagian dari asesmen kelayakan usaha.

Analisis ini dibuat supaya pebisnis memiliki gambaran  penuh mengenai bisnis yang akan ditekuni dan hal-hal apa yang harus dihadapi kedepannya sebelum dia mengorbankan biaya dan tenaga untuk mengelola bisnis tersebut. 

Selain itu, analisis SWOT juga dibuat agar pengusaha mampu menentukan strategi bisnis yang tepat sesuai dengan kelebihan dan kelemahan bisnis mereka. Dengan demikian, eksekusi strategi tersebut tidak hanya akan membuang biaya saja, tetapi mampu memberikan imbal balik berupa pendapatan tambahan.

Manfaat Analisis SWOT Usaha Fotocopy

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuka usaha fotocopy. Diantaranya adalah pesaing, modal yang harus diinvestasikan, tenaga yang harus dikeluarkan dan lain sebagainya. 

Pengusaha dapat menulis hal-hal yang harus dipertimbangkan tersebut ke dalam skema analisis SWOT supaya dia bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai apa yang harus dia lakukan dan apa yang harus dihindari sehingga bisnisnya berjalan dengan lancar dengan risiko kerugian minimum. 

Contoh Analisis SWOT Usaha Fotocopy 

Berikut ini gambaran umum mengenai analisis SWOT usaha fotocopy. Analisis ini tentu bisa Anda buat sendiri sesuai dengan kelebihan dan kelemahan usaha fotocopy yang ingin Anda bangun. Sebab, pastinya setiap bisnis memiliki poin khusus tersendiri yang tidak bisa disamaratakan dengan bisnis lain yang serupa. 

1. Strength (Kelebihan)

Pada bagian ini, Anda dapat menuliskan kelebihan usaha Anda dibandingkan usaha lain yang menyediakan layanan serupa atau usaha lain yang sempat Anda pertimbangkan untuk dibuka. Umumnya, kelebihan usaha fotocopy dibandingkan usaha lainnya adalah:

  • Bisnis fotocopy dapat digabung dengan bisnis lain yang memiliki basis produk yang sama atau mirip. Anda bisa menggabung bisnis fotocopy kecil milik Anda dengan berbagai usaha lain berikut:
  1. Jualan alat tulis kantor (ATK).
  2. Jasa scan dokumen. 
  3. Jasa pengetikan, penyuntingan dan percetakan barang-barang seperti undangan, kalender, banner, sticker merek, cetak foto dan lain-lain. 
  4. Jualan pulsa, top up e-wallet, top up game. 
  5. Jualan minuman dingin dari kulkas. 
  • Bisnis fotocopy dapat bekerja sama dengan banyak pihak seperti UMKM, sekolah, pemerintah, Pesantren dan lain-lain. 
  • Untuk menjalankan bisnis fotocopy, Anda tidak perlu memiliki keahlian tinggi. Hanya saja, jika Anda ingin berekspansi dengan membuka jasa penyuntingan (editing) setidaknya Anda harus menguasai software pengetikan dan penyuntingan. 
  • Potensi pasar bisnis fotocopy sangat luas mulai dari pemerintah, hingga anak sekolah kini membutuhkan jasa fotocopy. 

2. Weakness (Kekurangan)

Tuliskan beberapa poin kelemahan usaha Anda dibandingkan usaha fotocopy lainnya. Secara garis besar, bisnis fotocopy memiliki kekurangan sebagai berikut:

  • Untuk membuka jasa fotocopy, Anda membutuhkan modal yang cukup besar. Harga satu unit mesin fotocopy bisa di atas 5 juta rupiah. Belum lagi jika Anda membuka toko ATK sekaligus, Anda perlu membeli kaca etalase dan barang dagangan juga. 
  • Usaha fotocopy lebih baik dibuka di lokasi-lokasi strategis. Meskipun sekarang banyak orang yang membutuhkan jasa fotocopy, namun tidak dapat dipungkiri jika untuk membuka usaha fotocopy Anda harus memiliki lapak di lokasi strategis entah itu dekat sekolah, dekat pasar atau yang lainnya. Ini artinya, Anda harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menyewa lokasi. 
  • Layanan yang ditawarkan oleh sebuah bisnis fotocopy dengan bisnis fotocopy lainnya adalah sama. Akibatnya, susah untuk membuat branding tertentu yang bisa membuat usaha fotocopy milik Anda terlihat menonjol apabila dibandingkan dengan pesaing. 
  • Biaya layanan jasa fotocopy terbilang kompetitif. Artinya, Anda tidak bisa mematok biaya jasa yang lebih tinggi dibandingkan biaya jasa fotocopy milik pesaing. 
  • Mesin fotocopy membutuhkan perawatan yang cukup intensif supaya tetap bisa dipakai dalam waktu lama. 

3. Opportunity (Peluang)

Tuliskan hal-hal diluar fotocopy yang menurut Anda dapat menunjang perkembangan bisnis tersebut. Contoh:

  • Saat ini, UMKM menjadi semakin paham pentingnya branding sehingga permintaan untuk jasa edit dan percetakan juga besar. Belum lagi mereka juga perlu meng-copy banyak dokumen untuk mendapatkan bantuan pemerintah dan lain-lain. 
  • Adanya peluang efisiensi kinerja menggunakan sistem layanan pesan antar melalui media sosial.
  • Banyaknya pelatihan online dengan biaya terjangkau membuat pengusaha bisnis ini dapat belajar lebih mudah sehingga dia dapat melakukan ekspansi. 
  • Banyak bantuan pembiayaan dari pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan modal usaha fotocopy. 

4. Threat (Tantangan)

Catat hal-hal diluar usaha fotocopy yang dapat mengancam keberlangsungan bisnis fotocopy Anda. Misalnya:

  • Perkembangan dunia digital yang semakin menekan penggunaan kertas. Sebab, saat ini konsumen bisa memotret dokumen terkait dan langsung mengirimnya dengan tanpa menggunakan jasa fotocopy. 
  • Di sisi lain, harga kertas dan listrik juga semakin mahal. 
  • Pandemi covid19 secara tidak langsung menginisiasi pendidikan melalui platform digital. Akibatnya, kebutuhan akan jasa fotocopy untuk kalangan tenaga didik dan siswa menurun. 

Strategi Yang Bisa Diambil Dari Contoh Analisis SWOT Usaha Fotocopy

Dari contoh analisis SWOT di atas, setidaknya terdapat 5 strategi yang bisa diambil, yaitu:

  1. Melengkapi usaha fotocopy dengan usaha percetakan, scanning dan jual beli ATK. Dengan demikian layanan yang disediakan cukup lengkap mulai dari fotocopy, cetak dan scan dokumen. 
  2. Membuka layanan pesan antar. Dengan layanan ini, pelanggan dapat mengirim dokumen yang ingin dicetak melalui WhatsApp dan bisa mengambil di waktu-waktu yang mereka inginkan. Kalau mereka tidak bisa mengambil, Anda bisa mengantar dokumen tersebut tentunya dengan biaya tambahan. Layanan pesan antar ini juga akan memudahkan konsumen jika terdapat antrian di lapak Anda.
  3. Menekankan layanan pesan antar sebagai poin utama dalam branding usaha fotocopy. Dengan demikian usaha fotocopy Anda akan memiliki sedikit poin lebih di mata konsumen daripada usaha lain yang serupa. 
  4. Usaha fotocopy dilengkapi dengan jual beli pulsa, top up e wallet dan top up game. Dengan membuka layanan ini, pelanggan tidak hanya bisa membayar menggunakan uang tunai tapi juga bisa melalui e-wallet dan transfer sehingga jika terjadi antrian bisa diminimalisir dan jika konsumen tidak sempat ke lokasi, mereka bisa bayar dengan metode transfer. 
  5. Terus mengembangkan diri dengan berlatih skill-skill pelengkap yang dibutuhkan untuk perkembangan bisnis fotocopy seperti, skill desain, skill editing dan lain-lain sehingga bisnis fotocopy dapat berekspansi dengan menyediakan layanan cetak dan edit undangan, sticker dan lain sebagainya.

Nah, itu tadi contoh analisis SWOT usaha fotocopy secara umum. Silahkan contoh tersebut dimodifikasi sesuai dengan kondisi bisnis Anda sendiri. 

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.