Lompat ke konten

8 Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pelanggan

Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pelanggan

Ketika berbisnis, Anda tentunya ingin memiliki pelanggan yang loyal terhadap produk Anda. Loyalitas pelanggan akan muncul dari adanya kepuasan yang dirasakan pembeli ketika mencoba produk.

Kepuasan pelanggan menjadi salah satu hal yang dapat membuat pelanggan kembali ke suatu usaha untuk menjadi langganan dan terus membeli produk yang Anda jual. Dengan memperoleh kepuasan, pelanggan biasanya akan lebih menunjukkan loyalitasnya.

Apa Itu Kepuasan Pelanggan?

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang maupun sedih yang dirasakan oleh pembeli ketika mendapatkan produk dan pelayanan dari usaha Anda. Kepuasan pelanggan bisa mempengaruhi apakah pelanggan tersebut kembali lagi ke toko Anda atau tidak kembali.

Ketika seorang pembeli merasa senang, artinya usaha Anda mempunyai tingkat kepuasan pelanggan tinggi. Sebaliknya, jika konsumen merasa kecewa, berarti tingkat kepuasan pelanggan usaha Anda masih rendah.

Selain marketing, kepuasan pelanggan juga harus mendapatkan perhatian khusus dari pebisnis pemula seperti Anda. Sebab dengan ketika kepuasan pelanggan baik, Anda akan dapat memajukan usaha perintisan lebih cepat. Oleh karena itu Anda harus memahami faktor apa saja yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Supaya dapat diterapkan dalam menjalankan bisnis.

8 Faktor yang Memengaruhi Kepuasan Pelanggan

Kepuasan pelanggan tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari Anda sebagai pengusaha maupun dari segi pembeli. Nah, berikut 8 faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan Anda:

1. Kualitas produk

Faktor pertama yang dapat memengaruhi kepuasan pelanggan adalah kualitas produk yang ditawarkan. Konsumen dengan prinsip mementingkan kualitas biasanya tidak peduli soal harga. Apalagi jika target pasar Anda  adalah kalangan menengah ke atas. Harga menjadi nomor kesekian.

Kualitas produk yang baik akan mengikat pelanggan agar membeli produk Anda. Oleh karena itu, Anda harus terus memastikan bahwa dalam sebuah usaha, barang/jasa yang dikeluarkan memang benar-benar yang berkualitas terbaik. Sehingga tidak mengecewakan pelanggan usaha Anda.

2. Kualitas Pelayanan 

Faktor kedua yang memengaruhi kepuasan calon pelanggan adalah kualitas pelayanan. Anda pasti pernah bukan menemukan penjual yang tidak ramah? Nah, itu merupakan salah satu contoh kualitas pelayanan buruk. Ketika bertemu fenomena seperti ini Anda pasti malas kembali ke toko yang sama.

Kualitas pelayanan baik tentunya harus dapat menyenangkan hati pelanggan, dan tidak membuat pelanggan tersinggung atau menunggu terlalu lama. Pelayanan yang ramah, mengerti keluh kesah konsumen dan mau mendengarkan adalah ciri pelayanan terbaik. Dengan begitu konsumen akan merasa puas dan akan kembali membeli produk di toko Anda.

3. Cara Mempromosikan Produk

Dalam melakukan promosi usaha, tentunya Anda ingin produk yang hendak dijual menarik perhatian calon pembeli khususnya target market. Namun hal ini tidak dapat dilakukan dengan melakukan pencitraan berlebihan pada suatu produk.

Promosi memengaruhi ekspektasi konsumen terhadap produk. Nah, jika dalam melakukan promosi Anda melakukan cara yang curang dengan pencitraan berlebihan, maka tentunya ini akan mengecewakan pelanggan.

Pelanggan akan merasa kecewa ketika mengetahui barang pesanannya tidak sesuai ekspektasi atas iklan produk. Alhasil ini akan menurunkan tingkat kepuasan calon pelanggan dan membuat konsumen enggan kembali lagi ke toko kita. Itulah mengapa iklan memengaruhi kepuasan pembeli.

4. Harga Produk

Selanjutnya, faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen adalah harga produk berupa barang atau jasa yang ditawarkan. Seberapa besar manfaat dan keunggulan  dapat diterima oleh pembeli ketika memutuskan membeli produk Anda.

Apalagi kebanyakan pembeli yang sudah cermat cenderung akan melakukan perbandingan harga pada suatu barang. Ia pasti akan memilih suatu barang yang memberikan harga yang worth it untuknya.

Maka dari itu, Anda perlu hati-hati dalam penentuan harga. Usahakan harga yang dibuat menjangkau pangsa pasar, pun juga data memberikan kualitas yang sebanding dengan harga yang ada.

5. Pengalaman Diri 

Ketika pembeli merasakan kepuasan saat membeli produk Anda pertama kali, maka tak jarang ia pasti akan kembali memberi produk Anda. Pengalaman diri lah yang membawa ia memutuskan untuk membeli dari brand yang sama.

Maka dari itu, usahakan Anda membuat kesan pertama yang menarik sekaligus membekas untuk para pembeli. Sehingga mereka akan merasa puas dan produk Anda membekas di benak mereka.

Jangan sampai dari pembelian pertama mereka, Anda justru memberikan kesan negatif. Sebab itu akan selalu diingat oleh mereka. Pengalaman ketika mencoba sesuatu yang pertama sangat membekas dalam diri seseorang.

6. Pengalaman Orang Terdekat

Pengalaman orang terdekat juga bisa memengaruhi kepuasan konsumen. Sebab biasanya, ketika membeli sesuatu seseorang akan menanyakan terlebih dahulu mengenai rekomendasi terbaik dari produk tersebut. Entah itu ke teman, saudara, ayah ibu maupun ke teman kerja.

Pengalaman orang lain tersebut biasanya yang dijadikan patokan ketika membeli suatu barang. Jadi ketika orang lain memiliki pengalaman yang buruk atas suatu produk, bisa jadi calon pembeli membayangkan hal yang sama ketika ia mencoba. Hal ini akan menurunkan tingkat kepuasan konsumen.

Sebaliknya, jika calon pembeli menerima ulasan dari orang lain tersebut merupakan hal-hal yang baik dan berkesan. Hal ini akan meningkatkan kepuasan konsumen dan membuat konsumen tertarik untuk mencoba produk Anda.

7. Tingkat Kemudahan dalam Bertransaksi

Di era yang teknologi yang serba cepat dan maju ini, kemudahan bertransaksi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kepuasan calon pembeli. Sebab ketika suatu usaha menyediakan berbagai kemudahan bertransaksi baik itu dari segi caranya, atau pun prosesnya, konsumen akan merasa lebih puas.

Sebaliknya, jika suatu usaha memiliki tingkat kemudahan bertransaksi yang rendah, konsumen akan berpikir kembali untuk terus membeli produk Anda. Misalnya, Anda membuka usaha yang tidak dapat melakukan pembayaran dengan e-wallet. Sedangkan konsumen Anda tidak membawa uang cash. Nah, hal ini tentunya akan menyulitkan calon pembeli bukan?

8. Emosional Pembeli

Faktor terakhir yang menjadi faktor memengaruhi kepuasan pelanggan adalah emosional pembeli. Emosional disini adalah perasaan yang dirasakan ketika sedang menggunakan produk Anda.

Contohnya Anda berjualan baju, kemudian ada konsumen membeli baju Anda. Lalu baju itu digunakannya, dan saat menggunakan baju tersebut ia banyak dipuji. Nah, hal seperti ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk. Hal ini karena dari segi emosionalnya terpenuhi. Sehingga ia akan membeli produk di toko Anda kembali.

Sebaliknya, jika sedang menggunakan baju dari Anda ia memperoleh kritik, maka otomatis akan mengurangi kepercayaan dirinya. Kemudian membuat kepuasannya pada produk ini menjadi menurun.

Nah, berikut tadi merupakan faktor yang dapat memengaruhi kepuasan calon pembeli. Setelah mengetahuinya, Anda mungkin bisa mulai mengintrospeksi usaha Anda. Bidang mana yang belum maksimal dalam mengusahakan kepuasan konsumen.

Kemudian bidang apa saja yang sudah baik dan hanya perlu ditingkatkan. Dengan begitu Anda akan lebih mudah dalam memahami pangsa pasar dan kepuasaan pembeli. Sehingga usaha Anda  akan terus maju. Selamat mencoba!

nv-author-image

Clean Qurrota Ayun

Clean Qurrota Ayun adalah mahasiswa ekonomi tingkat akhir di UPN Veteran Yogyakarta yang tertarik menulis dengan tema ekonomi dan finansial.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.