Lompat ke konten

Cara Memulai Bisnis Souvenir Untuk Pemula

memulai bisnis souvenir

Memulai bisnis souvenir untuk pemula memang bukan sesuatu yang mudah, sebab selain keahlian diperlukan juga persiapan yang matang untuk membuka bisnisnya. Karena meski terlihat mudah, pasar bisnis souvenir ternyata memiliki strategi masing-masing. Apalagi bisnis souvenir yang menjadi khas daerah, strategi penjualan bisa berbagai macam.

Nah, bagi Anda yang berminat untuk memulai bisnis souvenir ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya bisnis tersebut bisa maju dan berkembang. Berikut cara yang bisa dicoba bagi pemula untuk memulai bisnis souvenir.

1. Tentukan jenis souvenir yang hendak dijual

Jika Anda berniat untuk berjualan souvenir maka cara yang pertama adalah menentukan terlebih dahulu jenis produk yang hendak dijual. Karena jenis produk souvenir memiliki banyak jenis. Mulai dari souvenir pernikahan, souvenir khas daerah, untuk hampers lebaran, untuk kado dan masih banyak lagi jenisnya.

Nah, cara pertama membuka bisnis souvenir adalah menentukan jenis produk Anda, tentunya dengan pertimbangan yang matang apakah produk tersebut bisa mendatangkan peluang untuk bisnis Anda. Sesuaikan dengan tempat tinggal, minat orang-orang disekitar dan budget yang Anda punya. 

Selain jenisnya, bentuk souvenir seperti apa juga harus diperhatikan. Semakin berkembangnya zaman, orang-orang mencari sesuatu yang unik dan khas serta sesuai dengan trend. Sehingga produk Anda bisa lebih mudah berkembang dan maju. Juga bisa agar bisnis Anda bisa bersaing dengan pesaing yang lainnya.

2. Buat bisnis plan

Semua bisnis tentunya membutuhkan bisnis plan, tak terkecuali juga bisnis penjualan souvenir. Untuk membuat bisnis plan, Anda terlebih dahulu harus melakukan riset pasar. Melihat sejatinya seperti apa pangsa pasar souvenir di pasaran. Bisnis plan akan memuat analisis peluang pasar, informasi mengenai produk yang hendak dijual, anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan usaha dan analisis kompetitor.

Dengan bisnis plan yang terperinci dan matang nantinya usaha yang dibuka akan terhindar dari masalah-masalah yang muncul di awal usaha, sehingga bisnis akan lebih bertahan lama dan tidak mudah gulung tikar.

3. Mencari supplier atau memikirkan proses produksi 

Ada dua cara yang bisa digunakan jika Anda ingin berjualan souvenir, bisa dengan cara memproduksi sendiri atau memilih untuk menjualkan produk dari supplier. Jika Anda berniat untuk membuka usaha yang hendak memproduksi sendiri, maka Anda tentunya harus memikirkan proses produksi.

Mulai dari tempat produksi, mesin dan alat, sumber daya manusia dan langkah produksi. Semua itu harus Anda persiapkan untuk memulai usaha bisnis souvenir demi kelancaran usaha yang sedang dirintis.

Namun jika Anda memilih untuk menjual produk dari supplier, maka cara yang harus dilakukan adalah dengan mencari penyetor souvenir tersebut. Dalam hal ini, Anda harus pandai memilih supplier dengan harga murah namun tetap dengan kualitas terbaik. Pastikan juga supplier yang Anda punya bisa membuat souvenir sesuai dengan apa yang sudah Anda rencanakan. 

4. Menentukan tempat memulai bisnis souvenir

Selain memikirkan bagaimana proses produksi dilakukan, cara selanjutnya adalah menentukan tempat memulai bisnis souvenir. Tempat Anda memulai usaha yang Anda bangun. Saat ini tren penjualan tidak mengharuskan seseorang memiliki tempat fisik untuk berjualan.

Jadi bagi Anda yang memiliki keterbatasan dalam menyediakan tempat dalam memulai bisnis souvenir, maka Anda bisa memilih berjualan secara online menggunakan market place yang sudah banyak hadir di ponsel pintar. Sambil melakukan penjualan secara online Anda bisa memikirkan toko fisik supaya bisa dikunjungi oleh para pelanggan.

Sebagai catatan, baik dijual secara online maupun offline Anda tetap harus memikirkan keefektifan tempat tersebut. Misalnya jika dipasarkan secara online, platform mana yang sekiranya dapat menjangkau target pasar dan memperluas bisnis Anda. Atau jika dijual secara offline, apakah tempat tersebut sudah strategis sehingga mudah dijangkau oleh calon pembeli. 

Setiap jenis souvenir bisa dipasarkan dengan tempat yang berbeda-beda. Misalnya Anda menjual souvenir untuk pernikahan, biasanya orang mencarinya melalui internet. Berbeda lagi dengan produk khas daerah, banyak dipasarkan dengan cara offline.

5. Memikirkan strategi promosi

Perencanaan bisnis souvenir yang matang tentu tidak lepas dari strategi promosi yang tepat. Setelah menentukan jenis produk yang hendak dijual, bisnis plan, serta bagaimana proses produksi dilakukan, bagian selanjutnya adalah memikirkan strategi promosi untuk produk baru jual supaya dikenal oleh masyarakat. Hal ini diperlukan untuk menangkap peluang usaha yang Anda inginkan.

Strategi ini perlu disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat, tren, dan perkembangan zaman. Seperti dewasa ini, penjualan menggunakan media promosi media sosial dengan konten menarik ternyata mampu mendatangkan banyak pembeli baru. 

Pilih media sosial yang dapat menjangkau target pasar Anda. Misalnya Anda berjualan produk souvenir khas oleh-oleh daerah, maka target pasar Anda adalah para pelancong yang hendak atau sedang datang ke daerah tersebut. Anda bisa memasang iklan di web wisata atau media sosial yang sering membahas mengenai wisata di daerah tertentu.

6. Mulai menjual souvenir

Cara selanjutnya untuk memulai membuka bisnis souvenir adalah mulai menjual produk Anda. Setelah proses perjalanan perencanaan panjang, maka langkah selanjutnya adalah mulai melakukan penjualan. 

Karena jika hanya dengan perencanaan tanpa aksi, usaha juga tidak akan pernah berdiri. Jadi cara terbaik untuk memulainya adalah benar-benar terjuan ke medan. Sebagai pemula, sebisa mungkin Anda tidak meletakkan ekspektasi terlalu tinggi terhadap penjualan di bisnis pertama ini, karena akan kecewa. 

Gunakan lebih banyak untuk belajar mengenai bisnis, berbagai masalah dan dinamika yang ada. Sebab segala sesuatu bisa terjadi, maka dari itu sebagai pengusaha, Anda harus mempersiapkan diri Anda dengan karakter wirausaha yang bisa dilatih sejak dini.

7. Evaluasi dan terus berinovasi

Setelah menjalankan usaha souvenir dalam beberapa waktu, maka hal selanjutnya adalah melakukan evaluasi. Tujuan dari evaluasi awal bisnis adalah mengetahui bagaimana respon masyarakat terhadap produk baru yang hadir di tengah masyarakat. 

Selain itu, hal ini juga bisa menjadi sarana pemiliknya untuk memperbaiki bagian-bagian dimana pelanggan merasa belum puas. Misalnya dari segi kualitas bahan, motif tersedia, warna dan bagian lainnya. 

Tidak berhenti dievaluasi saja, bisnis souvenir rintisan atau baru mulai harus sering dan rutin melakukan inovasi. Sesuai dengan keinginan pembeli dan mengikuti tren yang sedang hangat di masyarakat. Sehingga produk yang ditawarkan tidak membosankan dan diminati oleh masyarakat, sehingga penjualannya menjadi lebih cepat berkembang.

Nah,berikut tadi merupakan cara memulai bisnis souvenir bagi pemula yang bisa Anda coba jika ingin memiliki usaha souvenir yang sukses. Sekali lagi, dalam mempersiapkan bisnis hal yang perlu disiapkan tidak hanya secara fisik usaha.

Selain modal, seorang pengusaha juga harus memiliki karakter wirausaha yang membuat mentalnya lebih kuat menghadapi berbagai masalah dalam bisnis baru. Sehingga tidak mudah menyerah dan bisa bersaing dengan kompetitor bisnis Anda. Hal ini juga berlaku pada jenis bisnis souvenir, karena sejatinya tidak ada usaha sukses tanpa kegagalan. Selamat mencoba!

nv-author-image

Clean Qurrota Ayun

Clean Qurrota Ayun adalah mahasiswa ekonomi tingkat akhir di UPN Veteran Yogyakarta yang tertarik menulis dengan tema ekonomi dan finansial.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.