Lompat ke konten

Pengembangan Produk: Definisi, Contoh Serta Tujuannya

pengembangan produk

Setiap perusahaan pasti ingin menjadi perusahaan yang bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Akan tetapi untuk seperti ini, sebuah perusahaan tentunya tidak bisa bergantung pada satu produk saja. Perusahaan tersebut harus melakukan usaha yang namanya pengembangan produk. Apa itu pengembangan produk dan apa contohnya?

Definisi Pengembangan Produk

Sederhananya, pengembangan produk adalah usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengembangkan produknya entah itu dengan memodifikasi dan memperbaiki produk lama atau dengan merilis produk baru yang sekiranya dibutuhkan oleh konsumen. 

Pengembangan produk sebuah perusahaan umumnya melibatkan riset yang berkesinambungan antara riset produk dan riset pasar. Tujuannya adalah supaya produk yang dihasilkan tidak hanya berkualitas baik tetapi juga dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Tidak jarang perusahaan memiliki divisi khusus untuk hal ini yaitu divisi research and development (R&D). Untuk menunjang kebutuhan perusahaan, tidak jarang juga tim R&D ini dilengkapi dengan fasilitas laboratorium yang memadai. 

Tujuan Pengembangan Produk

Secara umum, tujuan dari pengembangan produk adalah supaya perusahaan dapat bertahan lama karena terus bisa memenuhi kebutuhan konsumen di zaman yang berbeda. Secara rinci, berikut ini tujuan pengembangan produk menurut para ahli:

Kotler dan Keller (2008):

  1. Pengembangan produk bertujuan untuk memenuhi kebutuhan baru konsumen.
  2. Memperkuat reputasi perusahaan di mata investor.
  3. Mempertahankan daya saing produk yang sudah ada sebelumnya dengan menawarkan produk yang sama tapi dengan beberapa pembaruan.

Alma (2002):

Pengembangan produk bertujuan untuk:

  1. Memenuhi keinginan konsumen.
  2. Menambah omset penjualan.
  3. Memanfaatkan sumber produksi.
  4. Memenangkan persaingan.
  5. Meningkatkan keuntungan dari pemakaian bahan baku yang sama.
  6. Mencegah kebosanan konsumen.
  7. Memanfaatkan bahan baku yang tersisa.
  8. Menyederhanakan produk.

Strategi Pengembangan Produk

Dalam mengembangkan produk, perusahaan bisa melakukan beberapa strategi berikut ini:

  1. Memperbaiki dan memodifikasi produk yang sudah ada seperti, dengan menambahkan fitur baru atau memperbaiki desain fisiknya. Contohnya adalah perkembangan iPhone di bawah dimana Apple terus berinovasi mengembangkan sistem operasi, kamera dan chip yang digunakan serta berbagai spesifikasi lain.
  2. Menambah lini produk. Pada tahun 2016 Apple merilis airpods pertama kali yang mana dengan menggunakan earphone jenis baru ini pengguna tidak perlu kabel. Airpods dirilis beriringan dengan iPhone 7 yang tidak memiliki colokan untuk headset. 
  3. Meniru strategi pesaing. Ide pengembangan produk tidak hanya diperoleh dari tim R&D perusahaan sendiri melainkan juga bisa mengadaptasi dari ide pesaing. Beberapa seri iPhone contohnya dibuat berlayar lebar karena banyak pesaing mengembangkan smartphone berlayar lebar di saat yang sama.
  4. Memperluas lini produk. Lini produk yang sudah ada tidak hanya bisa dimodifikasi menjadi satu seri melainkan beberapa seri yang berbeda. Hal ini karena pasti ada detail produk yang bisa dipecah menjadi beberapa produk sekaligus. 

Dalam kasus iPhone di bawah, ada iPhone yang memiliki warna casing berbeda-beda dan kapasitas RAM yang berbeda pula. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak semua pelanggan perlu RAM yang besar dan tidak semua pelanggan juga suka warna hitam putih khas Apple.

Contoh Pengembangan Produk

Salah satu contoh nyata pengembangan produk adalah perkembangan iphone dari pertama kali dirilis pada tahun 2007 hingga saat ini. Boleh dibilang bahwasannya produk buatan Steve Jobs dan kawan-kawan ini merevolusi industri ponsel menjadi ponsel pintar sebagaimana saat ini. Berikut ini “cerita pengembangan produk” iPhone:

iPhone 

  1. Diperkenalkan sebagai gabungan dari iPod dan internet-redy device. Ini artinya, pengguna dapat memainkan musik dan surfing di internet hanya dengan satu device saja. Meskipun begitu, iPhone awal hanya mendukung sinyal 2G dan Wifi.
  2. iPhone didesain dengan konsep full touch device atau handphone yang sepenuhnya touch screen. Ini merupakan yang pertama kali kala itu mengingat waktu itu Nokia dan berbagai serinya masih berjaya dengan full physical keyboard.

iPhone 3G

Pada perkembangan seri pertama ini, Apple melakukan berbagai pembaruan seperti:

  1. iPhone pertama yang mendukung sinyal 3G.
  2. Ukuran handphone lebih kecil dibanding seri yang pertama.
  3. Mendukung GPS Tracking dan terkoneksi langsung dengan GMaps.
  4. Mulai ada App Store. 

iPhone 4

  1. Berbagai pembaharuan di bagian fisik.
  2. Menggunakan 960 x 640 retina display sehingga gambar yang ditampilkan lebih tajam dan vibrant.
  3. Pembaruan kualitas kamera dengan menjadikannya 5 megapixel.
  4. Memiliki RAM 500MB dan A4 Silicon Chip sehingga penggunaan bisa lebih cepat dibandingkan seri sebelumnya.

iPhone 4S

  1. A5 Silicon Chip sehingga penggunaan bisa lebih cepat dibandingkan seri sebelumnya.
  2. Kamera menjadi 8 Megapixel.
  3. Mulai adanya iCloud untuk mencadangkan data.

iPhone 5 dan 5S

  1. Layar lebih besar.
  2. RAM 1GB sehingga penggunaan handphone bisa lebih cepat.
  3. Beberapa pembaruan di bagian kamera, ketajaman layar dan lain sebagainya. 

iPhone 6 dan 6S

  1. Perubahan besar-besaran di bagian desain produk.
  2. Penggunaan 4.7-inch LCD Retina display dengan peningkatan resolusi layar hingga 1920 × 1080 pixels. 
  3. Penggunaan A8 dan A9 Silicon chip.
  4. Dual kamera dengan kamera depan berkualitas 5MP dan kamera belakang 12 MP.

iPhone 7 dan 7 Plus

  1. Pertama kali penggunaan airpods (tidak ada colokan untuk headset).
  2. Perbaikan kualitas di bagian kamera.
  3. Penggunaan iOS 10 dan A10 Fusion chip. 
  4. iPhone pertama yang mendapatkan sertifikasi anti air dan debu.
  5. RAM 3GB.

iPhone 8 dan 8 Plus

  1. Penggunaan A11 Bionic chip.
  2. Kamera sudah disesuaikan dengan augmented reality (AR) sehingga meningkatkan kenyamanan dalam gaming dan design.
  3. Perbaikan dalam sensor kamera.

iPhone X

  1. Perubahan besar-besaran pada aspek desain.
  2. Penggunaan face recognition system.
  3. Penggunaan iOS 10.

iPhone XS dan XS Max

  1. Penggunaan A12 Bionic silicon.
  2. Smart HDR technology untuk foto yang lebih tajam.

iPhone 11

  1. Pemakaian A13 Bionic chipset.
  2. iOS 13 dan new Night Mode.

Terakhir, Apple merilis iPhone 13 yang dilengkapi dengan A15 Bionic chip dan berbagai pembaruan lainnya baik itu di bidang fisik, sistem operasi, kamera dan lainnya. Selain berbagai inovasi di atas, Apple juga dikenal memiliki kualitas dan ketahanan fisik yang bagus.

Perkembangan inovasi dan konsistensi kualitas produk Apple ini tentunya membuat Anda paham mengapa smartphone yang tergolong mahal ini masih diminati meskipun bekasnya saja dan bahkan iPhone memiliki basis konsumen potensial yang setia menunggu inovasi terbaru dari Apple setiap tahunnya.Hal ini karena Apple inc selaku produsen iPhone terus berinovasi dan mengembangkan produknya.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.