Lompat ke konten

Peluang Dan Analisis Usaha Jilbab Untuk Pemula

Analisis usaha jilbab

Anda ingin mulai usaha tapi bingung mau membuka bisnis apa karena takut tidak laku? Mungkin membuka usaha jilbab adalah salah satu ide yang patut untuk dicoba. Mengapa demikian? Baca terus artikel ini sampai habis ya!

Peluang Usaha Jilbab

Peluang atau opportunity adalah faktor-faktor diluar bisnis itu sendiri yang bisa mendorong kesuksesan bisnis tersebut. Dalam kasus ini, peluang usaha jilbab adalah:

1. Jumlah masyarakat muslim di Indonesia

Peluang yang pertama tentu saja adalah jumlah masyarakat muslim di Indonesia yang terbesar di dunia. Setidaknya lebih dari 237 juta penduduk Indonesia beragama Islam dan boleh dikatakan kalau kurang lebih 50%-nya merupakan wanita (Katadata). Ini artinya, jumlah potensi konsumen untuk produk jilbab di Indonesia sangat besar. 

2. Perubahan trend fashion

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya dalam 10 tahun terakhir terdapat pergeseran trend fashion masyarakat Indonesia. Dulu pada era awal tahun 2000-an masih cukup jarang ditemukan generasi muda Indonesia yang menggunakan jilbab. 

Namun sejak tahun 2010-an, penggunaan jilbab mulai meluas dari yang awalnya hanya dipakai oleh kalangan Pesantren dan komunitas keagamaan lainnya menjadi dipakai oleh masyarakat umum dari wanita dewasa hingga anak-anak. 

3. Jilbab adalah fashion akomodatif

Saat ini jilbab sudah tidak dipandang lagi menjadi halangan wanita untuk melakukan apa yang disuka mulai menjadi penyanyi hingga atlet. Kini banyak atlet-atlet Indonesia yang berlaga sambil menggunakan jilbab yang didesain khusus. Ini artinya, peluang pasar usaha jilbab kini juga lebih luas. 

4. Usaha jilbab bisa digabung dengan usaha fashion lain

Bisnis jilbab kini juga bisa tidak berdiri sendiri. Selain jilbab, Anda juga bisa menjual aneka fashion muslim seperti, perlengkapan sholat dan busana muslim. Selain itu, Anda juga bisa membuka usaha packaging hampers jilbab beserta ciput yang sekarang ini sedang viral. Harga jilbab yang tidak begitu mahal juga bisa membuat harga paket yang Anda buat bisa terjangkau oleh semua kalangan. 

5. Saat ini ada online marketplace dan media sosial

Perkembangan teknologi saat ini memudahkan Anda untuk membuka usaha jilbab. Dengan bantuan media sosial seperti instagram dan facebook, Anda bisa menjangkau konsumen yang berlokasi cukup jauh dari rumah. 

Selain itu dengan online marketplace Anda juga tidak hanya bisa memasarkan produk secara digital, tetapi juga bisa menjadi reseller atau dropshipper produk-produk jilbab tertentu.

6. Acara keagamaan adalah sumber event

Dengan jumlah penduduk muslim lebih dari 230 juta jiwa, tentunya akan sangat banyak acara keagamaan yang bisa Anda manfaatkan untuk memasarkan jilbab mulai dari pengajian, acara wisuda al qur’an, hingga halal bi halal dan santunan anak yatim. Anda bisa memanfaatkan acara keagamaan ini dengan membuka booth untuk jualan jilbab, bekerja sama dengan penyelenggara atau hanya sekadar menyebarkan brosur toko.

Analisis Usaha Jilbab

Modal Awal Usaha Jilbab

Besaran modal yang dibutuhkan untuk membuka usaha jilbab tentu tergantung dengan model bisnis dan sumber daya yang Anda miliki. Usaha jilbab offline dengan toko tentu memiliki modal yang lebih besar dibandingkan online dengan menjadi reseller atau dropshipper. Apalagi jika Anda perlu menyewa atau membangun toko tersebut.

Adapun untuk usaha jilbab online, Anda bisa membuka usaha reseller jilbab hanya dengan modal Rp. 200.000 saja untuk mendapatkan beberapa jilbab sekaligus. Anda bisa mendapatkan bahan promosi seperti gambar, foto dan lain sebagainya dari pihak toko atau brand yang bekerja sama.

Biaya Operasional Usaha Jilbab

Sama dengan modal, besaran biaya operasional juga tergantung dengan model bisnis yang akan Anda buat apakah Anda akan membuka usaha jilbab produksi sendiri, produksi orang lain tapi membuka toko offline atau hanya menjadi dropshipper dan reseller saja?

Biaya membuka usaha jilbab produksi sendiri tentunya akan lebih besar dibanding kedua opsi selanjutnya. Hal ini sebab Anda harus menjalankan bisnis dari hulu ke hilir dari mulai pemilihan bahan baku sampai distribusi ke konsumen. Belum lagi Anda juga harus membeli mesin, menyewa ruangan dan lain sebagainya. 

Perkiraan Keuntungan Usaha Jilbab

Lalu, berapa sih perkiraan keuntungan usaha jilbab? Secara garis besar, keuntungan sebuah usaha diperoleh dari jumlah omset per bulan dikurangi dengan biaya operasional. Jadi katakanlah Anda memiliki toko jilbab offline dengan jumlah jilbab yang laku 5 per hari. Apabila harga jual jilbab Rp. 50.000 per pieces dan harga beli (HPP) jilbab Rp. 30.000 serta biaya operasional Rp. 1.000.000, Anda bisa meraup keuntungan hingga Rp. 2.500.000. Nilai ini diperoleh dari:

Profit = (50.000 x 5 x 30)- (30.000 x 5 x 30 +1.000.000)

= Rp. 7.500.000- Rp. 5.500.000

= Rp. 2.500.000

Tips Usaha Jilbab Untuk Pemula

1. Mulai dari dropship atau reseller

Meskipun memiliki peluang bisnis yang besar, namun tidak dapat dipungkiri bahwasanya membuka toko jilbab offline juga membutuhkan modal besar dan memiliki risiko yang besar juga. Oleh sebab itu, sebaiknya pemula membuka bisnis dengan sistem reseller terlebih dahulu sambil mengumpulkan modal. Sebab, sistem reseller dan dropshipper hanya membutuhkan modal minim dan memiliki risiko yang lebih rendah juga.

2. Bekerja sama dengan komunitas keagamaan

Tips yang kedua adalah dengan bekerja sama dengan komunitas keagamaan seperti, ibu-ibu pengajian, remaja masjid atau organisasi keagamaan lainnya. Mereka bisa menjadi calon konsumen Anda meskipun Anda membuka toko jilbab online. Sebab, komunitas keagamaan seperti ini seringkali membutuhkan seragam.

Selain dengan komunitas keagamaan, Anda juga bisa melakukan promosi usaha jilbab dengan menyediakannya secara gratis untuk hadiah lomba di masjid, sekolah atau pesantren, Dengan demikian, brand bisnis yang Anda bangun bisa dikenal masyarakat.

3. Media sosial adalah keharusan

Tidak hanya bisa dipakai untuk menjangkau konsumen yang tinggal jauh dari lokasi toko, umumnya media sosial juga dipakai oleh konsumen untuk memeriksa kredibilitas toko Anda. Oleh sebab itu, pastikan Anda memiliki media sosial yang khusus untuk memasarkan produk entah itu instagram, tiktok atau bahkan website. 

Jangan lupa juga buat link di Google Maps sehingga ketika ada calon pelanggan yang ingin berkunjung secara langsung, mereka bisa langsung menemukan lokasi toko atau rumah Anda.

4. Membuka usaha packaging hampers jilbab

Anda juga bisa membuka usaha packaging hampers jilbab sebagai pelengkap. Dengan demikian, konsumen bisa membeli beberapa jilbab sekaligus atau satu set jilbab dengan ciput dan perlengkapan lainnya untuk diberikan kepada orang-orang tersayang. 

Nah, itu tadi peluang dan analisis usaha jilbab untuk pemula, jadi sudahkah Anda siap membangun bisnis sendiri?

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.