Lompat ke konten

Rincian Modal Usaha Warung Lalapan

rincian modal usaha warung lalapan

Daripada membuka toko makanan kekinian yang belum tentu banyak peminatnya, Anda mungkin bisa melirik usaha warung lalapan. Sebab prospek bisnis yang satu ini ternyata cukup menjanjikan. Karena lebih cocok dengan lidah orang Indonesia.

Selain itu, untuk membuka usaha warung lalapan, Anda tidak membutuhkan biaya atau modal yang besar. Sebab seperti yang diketahui, biasanya warung lalapan berada di tempat makan kaki lima di tepi-tepi jalan. Jadi sangat cocok untuk pemula bisnis yang ingin meraup keuntungan di bisnis kuliner namun tidak memiliki modal yang besar.

Nah, jika Anda tertarik untuk membuka warung lalapan, berikut rincian modal usaha warung lalapan dan tips mengelola modalnya sehingga bisa mendatangkan keuntungan di awal bisnis Anda. Yuk simak penjabaran rincian modal usaha warung lalapan berikut ini!

Rincian Modal Usaha Warung Lalapan

Untuk membuka sebuah warung lalapan tidak banyak perkakas yang dibutuhkan, sehingga modal yang dikeluarkan juga bisa diminimalkan. Berikut rincian modal usaha warung lalapan.

1. Peralatan dan perlengkapan 

Ketika pertama kali membuka usaha, Anda pasti belum memiliki perlengkapan yang memadai sehingga harus membelinya. Beberapa peralatan dan perlengkapan untuk membuka warung lalapan adalah sebagai berikut:

  • Etalase: Rp2.500.000
  • Kompor gas: Rp200.000
  • Piring (2 lusin): Rp100.000
  • Gelas (2 lusin): Rp75.000
  • Sendok garpu (2 lusin): Rp50.000
  • Mangkok plastik (2 lusin): Rp80.000
  • Tatakan kecil (2 lusin): Rp40.000
  • Cobek: Rp200.000
  • Termos nasi: Rp150.000
  • Meja (2 unit): Rp800.000
  • Kursi (10 unit): Rp750.000
  • Pisau: Rp50.000
  • Talenan: Rp45.000
  • Nampan (3 unit); Rp75.000
  • Gas 12 kg: Rp800.000
  • Perkakas lainnya; Rp500.000

Total untuk perlengkapan dan peralatan awal sebesar Rp6.145.000.

Peralatan di atas adalah investasi perlengkapan dan peralatan untuk kemajuan bisnis Anda selanjutnya. Untuk modal yang satu ini hanya akan dikeluarkan pada awal saat membuka usaha, setelahnya Anda hanya perlu melengkapi saja. Pastikan keseluruhan perkakas dan perlengkapan sudah Anda agar persiapan bisnis lebih matang.

2. Sewa tempat

Membuka usaha, artinya Anda harus mencari tempat yang strategis agar produk yang dijual dilirik oleh pelanggan. Untuk warung lalapan, usahakan memilih tempat di pinggir jalan yang strategis misalnya dekat dengan pemukiman, atau universitas juga bisa rumah sakit. Yang penting Anda mendekati target pasar yang sudah ditentukan sebelumnya.

Untuk modal usaha warung lalapan Anda perlu menyewa tempat di pinggir jalan yang strategis, Anda mungkin membutuhkan biaya yang lebih besar. Namun manfaat yang dirasakan juga akan sama besarnya.

Biasanya untuk di kota-kota yang belum terlalu besar namun cukup padat sewa tempat berkisar antara Rp20.000.000 hingga Rp40.000.000/ tahun. Atau jika dirata-rata sebesar Rp2.000.000 hingga Rp5.000.000/bulan.

Ini tergantung pada daerah dimana Anda tinggal, sehingga tidak bisa dijadikan patokan bahwa semua sewa tempat memiliki harga tersebut. Anda juga bisa mencari alternatif lain membuka usaha jika tidak memiliki dana untuk sewa tempat, seperti berjualan di teras rumah, atau di depan toko yang halamannya cukup luas. Sehingga meringankan beban sewa tempat.

3. Gaji karyawan 

Saat memutuskan membuka bisnis, Anda tentunya harus memiliki setidaknya satu karyawan agar dapat membantu Anda menghadapi jatuh bangun di awal bisnis. Katakanlah Anda ambil satu orang karyawan. Anda bisa mengajinya sesuai kemampuan, misalnya di awal gaji yang diberikan Rp1.000.000.

4. Listrik dan air

Listrik dan air juga harus masuk perhitungan. Karena merupakan hal yang esensial dan harus ada setiap harinya. Untuk awal bisnis ini, Anda mungkin mengeluarkan biaya untuk air dan listrik pada kisaran Rp500.000.

5. Bahan pokok 

Terakhir, adalah pengeluaran modal untuk bahan pokok yang hendak dijual di warung lalapan Anda. Berikut rincian beberapa bahan pokok yang harus ada di awal Anda membuka usaha.

  • Lauk lalapan (ayam, puyuh, lele dan bebek): Rp10.000.000
  • Selada (15 kg): Rp150.000
  • Kemangi (5 kg): Rp30.000
  • Cabai (10 kg): Rp300.000
  • Timun (20 kg): Rp150.000
  • Tomat (10 kg): Rp100.000
  • Komponen tambahan; Rp200.000

Berikut diatas merupakan bahan pokok untuk pertama kali buka persediaan selama 30 hari, bisa lebih cepat habis apabila Anda mendapat antusiasme dari konsumen mengenai produk Anda. Untuk total bahan pokok yang diperlukan adalah Rp10.630.000. 

Nah, semua komponen dalam membuka usaha warung lalapan sudah disebutkan. Dari modal usaha warung lalapan mulai dari perlengkapan, gaji karyawan, sewa tempat, air dan listrik serta bahan pokok maka perkiraan biaya minimal yang dikeluarkan untuk membuka usaha warung lalapan baru adalah Rp19.275.000.

Dengan modal usaha warung lalapan minimal 20 juta saja, Anda sudah bisa membuka usaha lalapan Anda. Ternyata tidak sebesar yang dibayangkan bukan? Jadi yang sudah berniat, segera kumpulkan modal, ada banyak cara untuk mendapatkan modal usaha dan buka usaha warung lalapan milik Anda segera.

Tips Mengelola Modal Membuka Warung Lalapan

Supaya modal yang sudah dikeluarkan itu bisa efektif dalam penggunaanya aka perlu pengelolaan dengan baik. Berikut tips mengelola modal membuka warung lalapan yang bisa Anda coba!

Efisien tenaga kerja

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saat membuka warung lalapan Anda mungkin tidak membutuhkan terlalu banyak karyawan. Cukup 1 hingga 2 orang saja sudah cukup untuk bisnis skala kecil. Pada bagian ini Anda bisa menekan modal yang harus dikeluarkan.

Nantinya, jika usaha Anda kemudian berkembang, dengan pelan-pelan Anda merekrut pegawai baru. Tentunya dengan pertimbangan modal sehingga tidak boncos dan tetap efisien tenaga kerja.

Barang bekas layak pakai tidak masalah 

Perlengkapan dan peralatan yang sudah dirincikan di awal ternyata tidak harus baru lho. Agar menekan modal sehingga pengelolaannya lebih baik, Anda bisa mencari perlengkapan bekas layak pakai.

Misalnya meja dan kursi yang bekas namun layak pakai. Hanya perlu mengecat ulang agar terlihat lebih pantas. Jadi modal yang dikeluarkan untuk kursi dan meja bisa berkurang.

Kurangi pengeluaran yang tidak perlu

Membuka bisnis artinya Anda siap untuk menerima berbagai resiko yang akan menimpa, salah satunya adalah kegagalan. Untuk mengelola modal, usahakan Anda membeli barang-barang yang memang dibutuhkan oleh warung lalapan.

Misalnya, di warung lalapan biasanya berada di pinggir jalan. Maka fasilitas seperti televisi mungkin tidak diperlukan. Selain menambah pengeluaran untuk membelinya, Anda juga akan menambah beban listrik. Yang apabila ditinjau ulang ternyata tidak diperlukan. Sebab biasanya orang yang makan di warung lalapan hanya singgah sebentar.

Atau misalnya fasilitas seperti wifi, itu juga tidak terlalu penting. Berbeda dengan kafe atau pun coworking space  yang memang diperuntukkan agar orang betah berlama-lama, warung kaki lima hanya digunakan memang tujuannya untuk makan. Jadi fasilitas seperti wifi tidak dibutuhkan.

Nah, berikut di atas merupakan rincian modal usaha warung lalapan dan juga cara mengelolanya untuk membuka usaha warung lalapan. Sebagai seorang bisnis, sebelum membuka bisnis pastikan Anda memiliki karakteristik wirausaha agar bisa bertahan menghadapi sepak terjang dunia bisnis. Selamat mencoba!

nv-author-image

Clean Qurrota Ayun

Clean Qurrota Ayun adalah mahasiswa ekonomi tingkat akhir di UPN Veteran Yogyakarta yang tertarik menulis dengan tema ekonomi dan finansial.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.