Lompat ke konten

Rincian Modal Usaha Pakaian, Online Maupun Offline

Rincian modal usaha pakaian

Pakaian merupakan salah satu komoditas yang paling banyak diperdagangkan baik secara online maupun offline. Hal ini karena komoditas yang satu ini merupakan barang kebutuhan pokok yang bisa diperjualbelikan dengan modal relatif minim dan bisa diproduksi dengan menggunakan aneka kreasi. 

Akan tetapi, hal ini bukan berarti untuk menjual pakaian tidak perlu modal. Berikut ini rincian modal usaha pakaian baik online maupun offline yang bisa Anda pertimbangkan. 

Rincian Modal Usaha Pakaian

Berikut ini beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan saat menyusun rincian modal buka toko baju.

1. Konsep dan target pasar

Faktor yang pertama adalah konsep dan target pasar Anda. Ada beberapa konsep toko pakaian yang bisa Anda telaah lebih lanjut, yaitu:

  1. Toko pakaian muslim. Pada toko pakaian ini, banyak perlengkapan fashion muslim dijual mulai dari gamis, jilbab hingga mukenah dan sajadah. Biasanya, toko ini juga menyediakan al quran dan tasbih.
  2. Distro. Distro adalah toko pakaian yang khusus untuk menyediakan pakaian khas anak muda, seperti hoodie jacket, sweater, kaos dengan sablon khusus, topi dan lain sebagainya. 
  3. Thrift shop. Thrift shop biasanya identik dengan pakaian-pakaian bekas tapi impor. Meskipun bekas, tidak jarang kualitas pakaian yang dijual di toko ini masih bagus dan memiliki desain kekinian.
  4. Butik. Butik biasanya merupakan toko pakaian yang menyediakan fashion dengan edisi terbatas. Tak jarang juga butik menjadi showroom untuk desainer tertentu. 

Mengapa konsep dan target pasar ini penting? Sederhananya, biasanya butik membutuhkan bahan-bahan kualitas premium, tidak seperti toko pakaian muslim biasa. Jadi, modal buka toko baju yang perlu dikeluarkan untuk mendirikan butik juga bisa lebih besar. 

2. Supplier

Faktor kedua adalah supplier baik itu, supplier kain jika Anda ingin membuat pakaian tersendiri, maupun supplier pakaian jadi. Sederhananya, semakin jauh letak toko Anda dengan lokasi supplier, maka semakin besar juga modal buka toko baju yang dibutuhkan. Khususnya apabila Anda membuka toko offline. 

Lain halnya apabila Anda membuka toko online dimana Anda bisa menjadi seorang dropshipper atau reseller. Dengan sistem ini, biasanya pihak supplier yang akan mengirimkan produk langsung ke konsumen.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan saat memilih supplier adalah kualitas barang yang disediakan dan jumlah barang yang akan Anda beli untuk stok. Bisa jadi setiap supplier memiliki kebijakan tersendiri mengenai berapa jumlah pakaian yang bisa dibeli dalam setiap kali pembelian. Semakin banyak stok dagangan tentu membutuhkan modal lebih dan toko yang lebih besar. 

3. Proses produksi dan distribusi

Saat menjual pakaian, Anda bisa memilih beberapa model bisnis yaitu:

  1. Online reseller/dropshipper. Tidak perlu membuat pakaian sendiri dan tidak perlu toko (tempat usaha). 
  2. Offline, dengan menjadi reseller. Ini artinya, Anda tidak membuat pakaiannya sendiri tapi perlu toko.
  3. Offline sekaligus menjadi produsen. Ini artinya, Anda membuat pakaian sendiri, sehingga perlu berbagai peralatan jahit sekaligus toko. 
  4. Online sekaligus menjadi produsen. Perlu membuat pakaian sendiri, dan kebutuhan untuk toko bisa diminimalisir. 
  5. Online dan offline baik punya toko ataupun tidak. 

Toko pakaian dengan model bisnis dan sistem produksi a tentu memiliki modal yang lebih sedikit dibandingkan dengan berbagai model bisnis selanjutnya. 

4. Lokasi

Apabila Anda memutuskan untuk membuka toko offline, tentu lokasi menjadi faktor penting yang menentukan besar kecilnya modal usaha. Toko dengan ukuran besar dan letak strategis tentu membutuhkan biaya sewa yang lebih besar dibandingkan toko kecil. Syukur-syukur Anda memiliki ruang kosong yang bisa dijadikan tempat usaha. 

5. Peralatan dan perlengkapan

Baik membuka toko pakaian online maupun offline, Anda tentu membutuhkan serangkaian peralatan dan perlengkapan jualan, seperti handphone, listrik, manekin, etalase hingga aplikasi yang membantu bisnis Anda. Biaya untuk perlengkapan dan peralatan ini tentu akan semakin besar apabila Anda membuka toko offline. 

Contoh Total Modal Usaha Pakaian Online

Mari kita ambil contoh kasus yang paling mudah yaitu, Anda membuka toko pakaian online dengan sistem dropshipper dan reseller, sehingga tidak perlu stok barang atau perlu stok barang tapi tidak banyak. Berikut ini contoh rincian modal buka toko baju yang Anda butuhkan:

KeteranganHargaJumlahTotal
Handphone2.500.00012.500.000
Manekin torso150.0002300.000
Manekin bawah150.0002300.000
Stok barang1.000.00011.000.000
Total4.100.000
Contoh modal usaha baju online

Contoh Total Modal Usaha Pakaian Offline

Contoh di bawah ini adalah toko pakaian offline dengan sistem reselling (bukan butik atau distro yang membuat pakaiannya sendiri) dan Anda tidak mempekerjakan karyawan. 

KeteranganHargaJumlahTotal
Sewa Lokasi15.000.000115.000.000
Manekin torso150.000152.250.000
Manekin bawah150.000152.250.000
Stok barang10.000.000110.000.000
Plastik150.0001150.000
Listrik300.0001300.000
Aplikasi pembukuan145.0001145.000
Total29.500.000
Contoh modal usaha baju offline

Perhitungan Keuntungan Usaha Jualan Pakaian

Mari kita hitung perhitungan keuntungan usaha jualan pakaian dengan sederhana. Katakanlah Anda merupakan seorang reseller dan dropshipper dengan rate laba flat sebesar Rp5.000 untuk setiap item yang terjual terlepas dari jenis pakaian tersebut. 

Apabila dalam 1 bulan Anda berhasil menjual 100 item pakaian, maka dalam satu bulan pendapatan yang bisa Anda peroleh adalah sebesar Rp500.000. Ini artinya, Anda hanya perlu waktu selama 8-10 bulan untuk bisa mencapai titik break even point

Tips Memulai Usaha Pakaian

1. Online dulu baru offline

Tips yang pertama adalah membuka toko online terlebih dahulu baru offline. Hal ini karena:

  1. Modal untuk membuka toko online relatif lebih rendah.
  2. Dengan toko online, Anda bisa mengumpulkan modal dan basis konsumen yang dibutuhkan untuk membuat toko offline.
  3. Toko online bisa berjalan seiringan dengan toko offline.
  4. Dagangan di toko online lebih bisa disesuaikan dengan trend, khususnya apabila Anda adalah dropshipper. 

Hanya saja, Anda perlu belajar mengenai digital marketing supaya hasil yang Anda peroleh bisa maksimal. 

2. Membuka booth di acara-acara tertentu

Strategi lain yang bisa Anda kembangkan saat membuka toko pakaian online adalah dengan membuka booth offline di acara-acara tertentu, seperti bazar 17 Agustus, acara wisuda dan berbagai acara kemasyarakatan lainnya. Tujuannya adalah supaya masyarakat bisa lebih mengenal brand pakaian yang Anda bangun. 

3. Pastikan kualitas produk

Apapun model bisnis toko pakaian yang Anda bangun, pastikan Anda menjual produk dengan kualitas terbaik. Misalnya, dengan memilih produk yang memiliki desain terkini, kainnya tidak bolong, mudah disetrika dan nyaman dipakai. Kualitas ini nantinya juga akan menentukan harga produk dan berapa keuntungan yang bisa Anda peroleh dari produk tersebut.

nv-author-image

Farichatul Chusna

Farichatul Chusna merupakan salah satu finalist PKM-Kewirausahaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tahun 2016. Selama menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM, Chusna aktif mencari dan mengeksekusi ide bisnis yang menarik dan inovatif.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.