Lompat ke konten

Jenis Sembako Terlaris untuk Usaha Toko Kelontong

Jenis Sembako Terlaris

Kepanjangan dari sembako adalah sembilan bahan pokok, yaitu barang kebutuhan sehari-hari yang pasti dibutuhkan oleh masyarakat, misalnya beras, minyak, telur, gula pasir, daging, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, membuka bisnis dagangan sembako mempunyai prospek yang menjanjikan, apalagi membuka toko kelontong untuk menjual barang kebutuhan harian tidak akan mengganggu Anda dalam mengurus keluarga. Sehingga, Anda dapat menjalankan usaha seperti ini bisa dijadikan sebagai penghasilan sampingan.

Lalu, apa saja grosir barang yang cepat laku di masyarakat? Berikut ini merupakan daftar macam-macam sembako terlaris untuk usaha di toko kelontong yang bisa coba dijual dan pasti dibutuhkan.

1. Beras

Beras merupakan salah satu dagangan sembako terlaris karena pasti dibutuhkan masyarakat sebagai bahan makanan pokok sehari-hari orang Indonesia. Setiap hari pasti ada orang mencari beras dalam ukuran ecer 1 kg sampai 10 kg tergantung pada kebutuhan masing-masing, misalnya untuk individu maupun skala keluarga. Di berbagai toko kelontong biasanya dijual dengan harga berbeda tergantung jenis atau varietasnya.

Harga grosir beras sendiri biasanya Rp7.500 – Rp9.500 per kilogram tergantung dari jenisnya, misalnya mentik wangi ataupun lainnya. Sedangkan harga ecer untuk dijual kepada konsumen biasanya berkisar antara Rp9.500 sampai Rp12.000 per kilogram sesuai jenis dan daerahnya. Jadi nilai jual ini bisa berbeda di setiap daerah.

2. Minyak Goreng

Macam-macam sembako untuk jualan lainnya dan termasuk sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia adalah minyak goreng, di mana akhir-akhir ini menjadi viral karena harganya meningkat pesat dua sampai tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya. Saat ini di sebagian wilayah di Indonesia masih menjual minyak goreng dengan harga hingga nyaris Rp60.000 untuk ukuran 2 liter, sedangkan ukuran 1 liter dijual mulai Rp24.500 tergantung merk masing-masing.

Biasanya, harga grosir minyak goreng sebelum mengalami kenaikan, yaitu Rp11.500 hingga Rp16.000 per liter. Sedangkan harga jual ecerannya per liter adalah Rp12.500 hingga Rp18.000 tergantung merknya.

3. Gula Pasir

Ingin membuka toko kelontong? Cobalah contoh warung sembako sederhana, misalnya selain menjual beras juga menjual gula pasir karena termasuk dalam kebutuhan pokok harian yang pasti banyak dicari. Gula pasir merupakan contoh sembako dan termasuk grosir barang yang cepat laku karena penggunaannya tak hanya sebagai bumbu dapur atau membuat minuman saja, tetapi bisa diolah untuk kebutuhan lainnya.

Dagangan sembako berupa gula pasir memiliki harga grosir mulai Rp12.700 sampai Rp14.400 dalam satu kilogram. Jadi, Anda bisa menjual dengan harga ecer kepada konsumen sebesar Rp13.000 sampai Rp17.000 per kilogramnya.

4. Telur Ayam

Macam-macam sembako untuk jualan lainnya yang juga banyak orang mencarinya yaitu telur ayam. Telur ayam merupakan sumber protein dan termasuk kebutuhan konsumsi yang pasti ada di setiap rumah. Apabila hendak menjualnya sebagai sembako, sebaiknya belilah dengan harga satu peti atau krat (isi 10-15 kg) supaya mendapatkan harga paling murah.

Harga telur ayam satu peti berkisar antara Rp250.000 sampai Rp320.000 tergantung daerah masing-masing dan fluktuasi harga pada waktu tertentu dengan isi 15 kilogram. Lalu Anda bisa menjualnya Rp18.000 sampai Rp27.000 per satu kilogramnya.

5. Mie Instan

Selain beras, mie instan dagangan sembako terlaris untuk usaha toko kelontong. Biasanya penjual di toko kelontong membelinya secara grosiran kepada produsen supaya harganya lebih murah dan bisa dijual ke masyarakat dengan harga terjangkau sekaligus kompetitif. Meskipun tidak benar-benar merupakan makanan pokok seperti beras, mie instan pasti dibutuhkan karena cara memasaknya praktis, cepat, juga murah.

Anda bisa membeli secara grosir mulai harga Rp1.500 hingga Rp2.600 per bungkus tergantung merknya, kemudian dijual kembali dengan harga Rp2.000 sampai Rp2.500 satu bungkusnya. Membelinya dalam ukuran satu kardus akan lebih hemat (biasanya), jadi Anda juga bisa mempertimbangkan untuk mengambil dalam kemasan kardus isi 40 mie instan.

6. Peralatan Mandi

Peralatan mandi pun termasuk macam-macam sembako untuk jualan meskipun bukan termasuk makanan. Barang ini termasuk sangat laris karena setiap orang pasti butuh mandi untuk membersihkan tubuhnya, sehingga membutuhkan shampo, sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan sebagainya.

Anda bisa coba membeli secara grosir merk tertentu dalam kemasan kardus karena harganya lebih murah, kemudian menjualnya dengan harga ecer yang kompetitif. Cobalah survei beberapa merk peralatan mandi terjangkau namun banyak orang memakainya supaya dapat membantu meningkatkan penjualan, misalnya merk GIV, Lifebuoy, Nuvo, Pantene, Dove, Ciptadent, Pepsodent, berbagai jenis sikat gigi, dan lain sebagainya.

7. Bumbu Dapur

Dagangan sembako lainnya yaitu bumbu dapur, setiap kepala keluarga pasti membutuhkannya sebagai tambahan dalam masakan sehari-hari. Contoh bumbu dapur misalnya bawang-bawangan, kaldu instant, bumbu instan, tepung serbaguna, merica, garam, pala bubuk, dan lainnya. Anda bisa mendapatkannya dalam berbagai merk populer di pasaran, terutama dengan harga terjangkau.

Anda bisa mencoba membeli bumbu dapur di produsen langsung supaya mendapatkan harga termurah, namun pastikan bahwa barang tersebut berkualitas dan aman. Selain itu, Anda juga bisa membelinya dalam bentuk rentengan agar dapat digantung di warung kelontong.

8. Tepung Terigu

Grosir barang yang cepat laku berikutnya adalah tepung terigu, meskipun bukan merupakan makanan pokok tetapi tetap banyak dicari oleh orang-orang. Tepung terigu banyak dicari karena bisa diolah menjadi beragam makanan maupun sebagai campuran masakan, misalnya membuat kue, mie, gorengan, serta jenis makanan lainnya.

Tepung terigu biasanya dibanderol harga Rp10.000 hingga Rp15.000 tergantung merk masing-masing per kilogramnya. Namun Anda bisa mendapatkan harga grosir mulai Rp8.500 – Rp10.000 di produsen secara langsung. Mungkin jika membelinya dalam bentuk curah atau tanpa merk biasanya bisa lebih murah, meskipun begitu sebaiknya tetap berhati-hati dan pastikan tidak ada campuran bahan berbahaya di dalamnya.

9. Air Mineral

Grosir barang yang cepat laku dan banyak dicari adalah air mineral, baik dalam bentuk gelas, botol, maupun galon. Siapapun pasti membutuhkan asupan cairan seperti air mineral agar tidak gampang dehidrasi dan menyeimbangkan jumlah cairan di dalam tubuh.

Menjual air mineral bisa membelinya di grosiran terdekat maupun bergabung menjadi agen untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Anda bisa membeli air mineral gelas dalam bentuk kardus pula di grosiran, biasanya seperti ini dibutuhkan jika sedang ada acara dalam partai besar. Sedangkan untuk bentuk botol bisa dipajang di etalase atau memasukkannya ke pendingin jika ada.

Harga grosir air mineral cukup beragam, tergantung ukuran dan merknya.  Cobalah mendatangi tempat grosir terpercaya untuk mendapatkan info harga terbaru.

10. Pembalut dan Popok Bayi

Pembalut dan popok bayi memang bukan termasuk bahan makanan, namun keduanya merupakan jenis sembako terlaris di kalangan masyarakat tertentu, yaitu wanita dan bayi. Jika Anda menjualnya dekat dengan pemukiman atau ke tetangga sekitar, tentu hal ini sangat membantu karena mereka bisa segera mendapatkannya apabila sewaktu-waktu sedang dalam keadaan darurat.

Jika menghendaki harga beli lebih murah, cobalah langsung membeli dalam jumlah banyak kepada pihak produsen. Lalu nantinya bisa dijual kembali dengan harga bersaing, bahkan mungkin lebih murah dibandingkan kompetitor lain seperti supermarket dan swalayan.

Contoh warung sembako sederhana untuk menjual berbagai barang kebutuhan yaitu dengan membuka toko kelontong kecil-kecilan namun lengkap isinya. Membuka toko kelontong sederhana bisa dilakukan di daerah pemukiman padat penduduk, dekat dengan tetangga sekitar, atau menjualnya sebagai sampingan di kontrakan supaya semakin jadi laris.

Bahkan Anda bisa menjalankannya sambil mengurus anak dan keluarga di rumah.

Tak hanya itu, sebaiknya dalam menjual dagangan sembako pakailah harga kompetitif, tidak memasang harga terlalu mahal berkali lipat dibandingkan kompetitor. Sebab hal ini justru menurunkan minat konsumen untuk membeli barang tersebut. 

nv-author-image

Zahrah Firyal Salma

Zahrah Firyal Salma adalah sarjana pertanian yang tertarik menulis di bidang entrepreneurship, tips seputar keuangan, dan gaya hidup.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.