Lompat ke konten

Kelemahan Usaha Mie Ayam dan Cara Mengatasinya

Kelemahan Usaha Mie Ayam dan Cara Mengatasinya

Usaha mie ayam adalah bisnis yang paling mudah dikelola dan juga digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Akan tetapi, meskipun banyak kemudahan dalam menjalankannya, tentu usaha seperti ini juga memiliki kelemahan.

Mie ayam adalah produk kuliner khas Indonesia dan disukai oleh banyak orang. Sehingga, makanan ini banyak dijual dan bahkan hampir di setiap daerah banyak dijumpai di hampir berbagai daerah di Indonesia, baik itu berupa gerobak maupun warung makan.

Banyak orang memilih berjualan mie ayam demi mendapatkan penghasilan utama ataupun tambahan. Sebab, modal awal memulainya pun terbilang kecil. Namun apabila salah langkah dalam memulainya, tentu fatal akibatnya.

Tak semua orang mampu bertahan saat menekuni bisnis kuliner satu ini. Mengingat adanya kelemahan usaha kuliner jenis mie ini, belum tentu setiap pelaku usaha ini mampu menghadapinya. Akibatnya, banyak pelaku bisnis ini mengalami gulung tikar maupun sepi pelanggan.

Maka dari itu, sebelum Anda mencoba menekuni bisnis kuliner satu ini, cobalah mengetahui terlebih dahulu mengenai kelemahan usaha mie ayam dan cara mengatasinya.

Sekilas tentang Usaha Mie Ayam

Mie ayam adalah suatu bisnis kuliner yang mempunyai banyak peminat karena modal usahanya terbilang cukup ringan. Apalagi, menjalankan usaha kuliner satu ini dianggap mampu menarik banyak pelanggan karena peminatnya makanan ini juga cukup banyak karena harganya sangat terjangkau bagi semua kalangan.

Usaha seperti ini pun terbilang sangat menguntungkan. Selain hanya membutuhkan modal sedikit dan memiliki banyak peminat, bahan bakunya sangat mudah didapatkan. Memulainya pun bisa dilakukan di teras atau halaman rumah, gerobak, ataupun membuat warung makan sendiri di luar lingkungan rumah.

Sampai saat ini, sangat mudah dijumpai pedagang mie ayam hampir di semua tempat di suatu daerah, baik itu dengan gerobak maupun dalam wujud warung makan. Akibatnya, banyaknya pedagang ini membuat persaingan bisnis mie ayam semakin ketat.

Kelemahan Usaha Mie Ayam dan Cara Mengatasinya

Menjalankan bisnis kuliner mie ayam, meskipun digemari dan banyak keuntungannya, namun juga memiliki kelemahan. Jadi, tak semua pelaku bisnis kuliner satu ini sanggup bertahan menjalaninya. Simak kelemahan usaha mie ayam dan cara mengatasinya pada penjelasan berikut ini supaya dapat dijadikan sebagai pertimbangan sebelum memulainya.

1. Banyaknya pesaing pada tempat yang sama

Persaingan bisnis sudah biasa terjadi, khususnya bagi para pelaku usaha yang memiliki kesamaan produk. Apalagi jika persaingan tersebut terjadi di daerah berdekatan, tentu jadinya semakin ketat sehingga harus memunculkan keunggulan tersendiri. Hal itulah yang menjadi kelemahan dari bisnis mie ayam.

Ketatnya persaingan dalam usaha kuliner ini membuat para pelaku usaha tersebut harus menciptakan rasa mie sendiri yang nantinya menjadi sebuah ciri khas. Namun perlu diketahui pula bahwa tak semua orang menyukainya, sebab bisa jadi mereka justru tak suka dengan rasa yang disajikan kemudian kabur ke pedagang lainnya karena rasanya lebih enak.

Cara mengatasi kelemahan ini, yakni dengan menciptakan rasa enak atau ciri khas rasa sekaligus menonjolkan keunikan tersendiri pada dagangan Anda. Contohnya apabila Anda membuka usaha warung makan mie ayam, maka tatalah perabot secara benar dan membuat nyaman konsumen, siapkan segalanya dengan bersih, serta perbaiki pelayanannya.

2. Termasuk makanan mudah basi

Kelemahan lainnya dari usaha mie ayam adalah bahan bakunya termasuk mudah basi. Bahan baku tersebut, antara lain sayuran, mie, daging ayam, dan bumbu lainnya. Sehingga, ketika tempat makan sedang sepi pasti hanya sedikit yang terpakai.

Bahan berupa mie mungkin bisa lebih awet, berbeda dengan daging ayam, cabai, dan sayuran tentu tidak akan mampu bertahan lama. Maka dari itu, penting mempertimbangkan hal ini ketika sedang sepi pelanggan. Apabila tak mempunyai lemari pendingin, sebaiknya sediakan bahan secukupnya saja dan tidak terlalu banyak untuk meminimalisir kerugian.

Sedangkan apabila Anda memiliki lemari pendingin di rumah, bahan baku seperti daging ayam, mie, sayuran, cabai, dan bumbu untuk kuah dapat Anda masukkan ke lemari pendingin. Hal ini dilakukan demi meminimalisir bahan baku jadi mudah basi.

Meskipun sudah disimpan di lemari pendingin, apabila bahan makanan tersebut sudah tak layak konsumsi sebaiknya jangan disajikan kepada konsumen karena bisa membahayakan kesehatannya. Hal ini justru dapat menimbulkan citra buruk dagangan Anda di mata orang lain. Jadi, lebih baik sajikan mie ayam dengan bahan berkualitas.

3.  Kesusahan mencari lokasi strategis

Letak lokasi suatu bisnis sangat penting untuk kelangsungan bisnis tersebut, khususnya di bidang kuliner. Mencari lokasi strategis perlu dilakukan supaya bisa menangkap peluang usaha dengan cara menarik banyak konsumen untuk berkunjung ke tempat makan tersebut. 

Lokasi strategis menentukan ramai atau tidaknya tempat makan mie ayam. Berjualan di tengah daerah sekolahan, perkantoran, kampus, tempat wisata, ataupun pemukiman padat penduduk dapat dilakukan karena lokasi strategis memiliki kemungkinan tinggi jualan Anda dapat laku dan mampu mendapatkan banyak konsumen daripada di tempat sepi. Selain itu, sebaiknya berjualan di tempat yang aksesnya mudah supaya orang lain tidak kesusahan mencari tempat makan milik Anda.

Namun apabila Anda merupakan pelaku usaha baru, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu pada suatu daerah yang hendak dijadikan tempat berjualan. Selain itu, Anda juga dapat meminta bantuan ke pedagang sekitar untuk bertanya mengenai daerah tersebut.

4. Tidak ada keunggulan tertentu

Mie ayam termasuk kuliner yang jarang memiliki variasi, sehingga dianggap tidak ada keunggulan tertentu untuk ditonjolkan. Jadi, para pelaku usaha kuliner ini harus tau cara mengatasinya dengan mempertimbangkan sebuah inovasi supaya produknya memiliki ciri khas berbeda dengan kompetitor lainnya. Maka, itulah kelemahan usaha mie ayam.

Cara mengatasi adanya kelemahan tersebut yaitu melakukan inovasi pada suatu produk dengan menciptakan ciri khas tertentu. Misalnya topping ayam lebih banyak, kuah lebih kental, digoreng, maupun membuat inovasi dengan mengunggulkan tempat, seperti view menarik, menyediakan live music, dan lain sebagainya. Selain itu, ciptakan rasa berbeda namun tetap enak supaya menjadi pembeda dari kompetitor lainnya.

Meskipun banyaknya pesaing di luar sana, tentu saja pelanggan tetap selektif dalam memilih tempat makannya. Maka dari itu, tetap pertahankan kualitas dagangan Anda supaya konsumen tidak beralih kepada pesaing.

5. Kurang menariknya promosi

Kurangnya promosi merupakan kelemahan usaha mie ayam. Padahal promosi sangat penting untuk mengenalkan produk tersebut kepada masyarakat luas. Banyak pelaku usaha kuliner tersebut tidak melakukannya karena dianggap masyarakat pasti sudah tahu karena merupakan makanan kesukaan mereka.

Sebaiknya Anda tak berpikir seperti itu karena belum tentu orang lain mengetahuinya. Jadi, cara mengatasinya yaitu dengan melakukan promosi. Secara sederhana, Anda bisa melakukan promosi mulut ke mulut melalui tetangga, keluarga, ataupun orang terdekat karena dinilai lebih efektif. Sebab, orang lain pasti akan percaya pada omongan orang yang dikenalnya.

6. Ada persaingan harga dengan kompetitor lainnya

Adanya persaingan harga dengan kompetitor wajar terjadi dalam dunia bisnis. Khususnya mie ayam, sebab sudah banyak orang tahu tentang berapa harga wajarnya produk kuliner tersebut.

Menjualnya dengan harga lebih mahal daripada rata-rata namun tanpa ada keunggulan ataupun ciri khas tertentu, orang-orang pasti berpikir lebih baik tidak membelinya karena dianggap sama saja dengan lainnya. Sehingga, mereka lebih memilih mencari tempat dengan harga lebih murah.

Apabila tak mampu menonjolkan keunggulan atau ciri khas tertentu, sebaiknya tetapkan harga sewajarnya yang sudah dikenal khalayak umum. Tujuannya supaya Anda tetap dapat bertahan pada bisnis tersebut.

Jadi, itulah kelemahan usaha mie ayam dan cara mengatasinya. Bagaimanapun persaingannya, tetap pertahankan kualitas, ciri khas, serta cita rasa pada produk kuliner Anda. Sebab ketiga hal tersebut pasti membuat pelanggan bertahan sebagai konsumen tetap.

nv-author-image

Zahrah Firyal Salma

Zahrah Firyal Salma adalah sarjana pertanian yang tertarik menulis di bidang entrepreneurship, tips seputar keuangan, dan gaya hidup.View Author posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.